BEI Tegaskan Sangat Serius Benahi Pasar Modal Indonesia

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan keseriusannya dalam membenahi pasar modal Indonesia.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan keseriusannya dalam membenahi pasar modal Indonesia. (Foto: iNews Media/Tangguh Yudha)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan keseriusannya dalam membenahi pasar modal Indonesia. Perbaikan difokuskan pada tiga sisi, yakni transparansi, likuiditas, dan efektivitas pengawasan perdagangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai isu yang disoroti penyedia indeks global seperti MSCI, khususnya terkait kredibilitas dan tata kelola pasar modal Indonesia.

Baca Juga:
CMSE 2026 Digelar 5-7 November, Dirut BEI: Momentum Strategis Pelaku Pasar untuk Bertukar Pikiran

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, pasar modal Indonesia sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah berbagai dinamika yang terjadi sepanjang tahun ini. Meski begitu, dia mengakui pasar modal Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama menyangkut transparansi, kredibilitas, dan tata kelola yang menjadi perhatian investor global.

"Secara fundamental, kinerja perusahaan tercatat di Bursa masih baik. Nilai transaksi harian masih tumbuh di atas 10 persen. Jumlah investor kita tumbuh lebih dari 50 persen. Tetapi di sisi lain, kita juga menghadapi tantangan di tahun ini," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga:
BEI dan KSEI Buka Data Pengendali dan Afiliasi Pengendali Saham di Atas 1 Persen

Jeffrey memastikan, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serius melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.

"Kami di Bursa Efek Indonesia bersama dengan SRO dan OJK tentu sangat serius untuk meningkatkan transparansi, meningkatkan likuiditas, dan juga meningkatkan efektivitas dari pengawasan," ujarnya.

Dari sisi transparansi, BEI telah mengungkapkan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Selain itu, Bursa juga telah menyampaikan informasi mengenai data investor yang lebih terperinci atau granular. Upaya tersebut akan terus dilanjutkan dengan meningkatkan kualitas keterbukaan informasi.

Sementara dari sisi likuiditas, BEI berupaya memperdalam pasar, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Bursa juga mendorong pembentukan harga (price discovery) yang lebih baik serta peningkatan likuiditas melalui kebijakan yang tidak lagi menerapkan floor price di pasar.

Adapun dari sisi pengawasan, BEI akan meningkatkan efektivitas pemantauan perdagangan melalui penerapan real-time flagging. Sistem tersebut akan digunakan untuk mendeteksi indikasi pelanggaran dalam aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia secara langsung.

"Tentu kombinasi dari transparansi yang lebih tinggi, likuiditas yang lebih baik, dan pengawasan yang lebih efektif akan menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan pasar kita ke depan," ujar Jeffrey.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Keterbatasan Akses Data dan Informasi Membuat Kejahatan Hutan Sulit Dibongkar
• 1 jam lalu
0
thumb
Ahmad Assegaf Klarifikasi Soal Rumah Tasya Farasya yang Retak, Sebut Kerusakan Tak Separah di Video: Retakan Itu Kecil
• 2 jam lalu
0
thumb
Menbud Serahkan Usulan Penerima Gelar Pahlawan Nasional ke Presiden Prabowo
• 19 jam lalu
0
thumb
Pramono Lantik 3.418 Orang Jadi PNS DKI, 15 di Antaranya Disabilitas
• 22 jam lalu
0
thumb
Bulog beli 200 kilogram telur dari peternak Morela
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.