JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan jika keamanan ibu kota dalam kondisi baik-baik saja.
Seperti diketahui, beredar kabar di media sosial jika Jakarta dalam status Siaga 1 pasca-penetapan tersangka tiga petinggi Polri dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu sejalan dengan pengerahan lebih dari 20 ribu pasukan TNI AL ke Jakarta.
BACA JUGA:Cabor Muaythai Siap Tandingkan 259 Atlet Dari Berbagai Kota Dan Kabupaten Pada Porprov Jabar XV
"Tapi sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak tidak mendengar itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 5 November 2026.
Pramono mengatakan, sebagai Gubernur, pasti dirinya dikoordinasikan oleh TNI/Polri jika kondisi keamanan Jakarta sedang genting.
"Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada siaga satu pasti saya dikoordinasikan," pungkasnya.
Kesempatan sebelumnya, Pramono menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat dalam memperkuat pengamanan di Ibu Kota dengan penebalan personel TNI AL.
Pramono menegaskan, urusan keamanan dan pertahanan merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 5 November 2026, Yuk Datang ke Lokasi!
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan demi menjaga keamanan Jakarta.
Menurut Pramono, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ibu kota negara, kota global, sekaligus pusat perekonomian nasional.
Oleh karena itu, upaya penguatan pengamanan dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
“Berkaitan dengan penebalan pengamanan di Jakarta. Tentunya urusan yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan itu memang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujar Pramono.






Komentar (0)