Saham ANTM-BRMS Cs Rebound Tajam saat Harga Emas Kembali Tembus USD4.100

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten emas kompak menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), seiring harga emas dunia kembali menembus level USD4.100 per troy ons.

Saham ANTM-BRMS Cs Rebound Tajam saat Harga Emas Kembali Tembus USD4.100. (Foto: Pexels)

IDXChannel – Saham emiten emas kompak menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), seiring harga emas dunia kembali menembus level USD4.100 per troy ons setelah melonjak pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data pasar, hingga pukul 09.18 WIB, saham PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menguat 6,15 persen ke Rp2.760 per saham.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 4.998

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 7,79 persen ke Rp334 per saham, sedangkan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 14,13 persen ke Rp2.100 per saham.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 8,03 persen ke Rp1.480 per saham.

Baca Juga:
Bursa Asia Beragam Pascakemenangan Demokrat dalam Pemilu Sela AS

Sementara itu, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 9,20 persen ke Rp950 per saham dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 8,28 persen ke Rp3.670 per saham.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turut menguat 8,02 persen ke Rp5.725 per saham.

Baca Juga:
Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026 Diproyeksi Tumbuh 5,28 Persen

Di pasar spot, harga emas menguat 1,65 persen ke atas USD4.100 per troy ons pada Kamis pukul 09.18 WIB. Kenaikan tersebut memperpanjang reli 3,34 persen pada perdagangan sebelumnya.

Mengutip Trading Economics, penguatan emas ditopang meningkatnya harapan bahwa konflik Amerika Serikat (AS)-Iran dapat segera berakhir setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections AS.

Hasil pemilu tersebut turut menekan harga minyak secara tajam.

Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa kekalahan Partai Republik dipengaruhi oleh perang dan harga bensin, sekaligus mengindikasikan belum ada rencana segera untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.

Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain itu, emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), yang meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut bagi investor.

Pelaku pasar kini mencermati laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat. Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 79 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Arti Mimpi Buah Mangga Bisa Jadi Pertanda Positif, Simak Penjelasannya di Sini!
• 17 jam lalu
0
thumb
OJK Ajak Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan dan Penggerak Ekonomi Daerah
• 22 jam lalu
0
thumb
Mensesneg: Penyadapan ke Presiden Mengarah ke Makar
• 22 jam lalu
0
thumb
Jokowi Ungkap 3 Unggahan Pertama soal Tudingan Ijazah Palsu
• 47 menit lalu
0
thumb
6 Cara Mengenali WhatsApp Disadap dari Jarak Jauh
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.