Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik keras terhadap eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai keduanya lebih mengutamakan kepentingan oligarki dan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bangsa dan negara.
"Dalam isi pikiran mereka, juga bagaimana melayani kepentingan sendiri, dan tidak untuk bangsa," ucap Amien melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Kamis (5/11/2026).
Amien bahkan menilai Listyo Sigit dan Jokowi sudah tidak bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya merespons kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret nama mantan Kapolri tersebut.
Menurut Amien, dugaan penyadapan itu tidak hanya berkaitan dengan Presiden Prabowo. Dia menyebut tindakan tersebut juga diduga menyasar pejabat negara, tokoh politik, hingga kalangan pengusaha.
Amien kemudian mempertanyakan apakah tindakan Listyo merupakan inisiatif pribadi atau terdapat kesepakatan dengan Jokowi. Dia menduga kemungkinan adanya koordinasi antara keduanya perlu menjadi salah satu fokus pengusutan.
"Jadi, common sense saya mengatakan Listyo berbuat konyol dan nekat, kemungkinan ada geleng-angguk dengan Jokowi," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Bisa Diperiksa dalam Skandal Penyadapan Prabowo, Yusril: Siapa Pun Bisa!
Amien menegaskan, apabila keterlibatan Jokowi dalam dugaan persekongkolan tersebut terbukti, mantan Presiden itu harus segera ditahan.
"Kalau terbukti ada geleng-angguk antara Listyo dengan Jokowi, Jokowi harus segera ditahan," katanya.
Dia juga menyinggung Jokowi yang saat ini berada di Jakarta untuk memenuhi panggilan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Meski demikian, agenda tersebut merupakan konteks terpisah dan tidak dapat dijadikan bukti keterlibatan Jokowi dalam perkara penyadapan.
Amien menilai pengusutan kasus ini harus mampu mengungkap pihak-pihak yang berada di balik dugaan penyadapan, termasuk kemungkinan adanya kepentingan tertentu yang melatarbelakanginya.






Komentar (0)