Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, Pakistan, mencatat adanya potensi kerja sama senilai 9,4 juta dolar AS (sekitar Rp170,44 miliar) antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Menurut rilis pers KJRI Karachi yang diterima di Jakarta, Rabu, konsulat jenderal tersebut memfasilitasi lebih dari 20 perusahaan asal Provinsi Sindh, Pakistan, untuk berpartisipasi pada TEI 2026.
Terdapat 14 nota kesepahaman dan Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani antara pelaku bisnis kedua negara dalam pameran dagang yang berlangsung pada 14-18 Oktober di Tangerang, Banten, tersebut.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Mudzakir, menegaskan pentingnya menindaklanjuti kesepakatan tersebut menjadi transaksi, investasi, serta kemitraan yang nyata dan berkelanjutan.
Ia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk membuka peluang lebih luas bagi berbagai produk asal Pakistan untuk memasuki pasar Indonesia, termasuk melalui pengembangan kemitraan industri maupun usaha patungan, guna mendorong perdagangan dua arah yang lebih berimbang dan saling menguntungkan.
Sebagai apresiasi terhadap pelaku usaha yang senantiasa mendukung peningkatan aktivitas perdagangan bilateral antara Indonesia dan Pakistan, KJRI Karachi pun memberikan penghargaan kepada MAPAK Edible Oils Private Limited pada Selasa (3/11).
Perusahaan Pakistan itu dianugerahi Primaduta Award 2026 kategori “Importir Produk Halal” atas konsistensinya menjalin kemitraan perdagangan dengan Indonesia serta kontribusinya terhadap pengembangan ekspor minyak sawit Indonesia.
Mudzakir pun mengapresiasi dukungan MAPAK tersebut seraya menekankan pentingnya kepercayaan dan kemitraan jangka panjang dalam membangun hubungan perdagangan bilateral.
Ia menyoroti sektor minyak sawit sebagai bentuk perdagangan yang saling melengkapi. Pasokan Indonesia menjadi bahan baku penting bagi industri pengolahan minyak nabati dan produk turunannya di Pakistan, sehingga turut mendukung manufaktur lokal, penciptaan nilai tambah, lapangan kerja, dan daya saing industri Pakistan.
Baca juga: Presiden Prabowo undang PM Pakistan berkunjung ke Indonesia
Baca juga: Prabowo instruksikan tingkatkan hubungan dagang dengan Pakistan
Baca juga: Pakistan ajak Indonesia perkuat kolaborasi sektor TI dan pendidikan
Menurut rilis pers KJRI Karachi yang diterima di Jakarta, Rabu, konsulat jenderal tersebut memfasilitasi lebih dari 20 perusahaan asal Provinsi Sindh, Pakistan, untuk berpartisipasi pada TEI 2026.
Terdapat 14 nota kesepahaman dan Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani antara pelaku bisnis kedua negara dalam pameran dagang yang berlangsung pada 14-18 Oktober di Tangerang, Banten, tersebut.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Mudzakir, menegaskan pentingnya menindaklanjuti kesepakatan tersebut menjadi transaksi, investasi, serta kemitraan yang nyata dan berkelanjutan.
Ia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk membuka peluang lebih luas bagi berbagai produk asal Pakistan untuk memasuki pasar Indonesia, termasuk melalui pengembangan kemitraan industri maupun usaha patungan, guna mendorong perdagangan dua arah yang lebih berimbang dan saling menguntungkan.
Sebagai apresiasi terhadap pelaku usaha yang senantiasa mendukung peningkatan aktivitas perdagangan bilateral antara Indonesia dan Pakistan, KJRI Karachi pun memberikan penghargaan kepada MAPAK Edible Oils Private Limited pada Selasa (3/11).
Perusahaan Pakistan itu dianugerahi Primaduta Award 2026 kategori “Importir Produk Halal” atas konsistensinya menjalin kemitraan perdagangan dengan Indonesia serta kontribusinya terhadap pengembangan ekspor minyak sawit Indonesia.
Mudzakir pun mengapresiasi dukungan MAPAK tersebut seraya menekankan pentingnya kepercayaan dan kemitraan jangka panjang dalam membangun hubungan perdagangan bilateral.
Ia menyoroti sektor minyak sawit sebagai bentuk perdagangan yang saling melengkapi. Pasokan Indonesia menjadi bahan baku penting bagi industri pengolahan minyak nabati dan produk turunannya di Pakistan, sehingga turut mendukung manufaktur lokal, penciptaan nilai tambah, lapangan kerja, dan daya saing industri Pakistan.
Baca juga: Presiden Prabowo undang PM Pakistan berkunjung ke Indonesia
Baca juga: Prabowo instruksikan tingkatkan hubungan dagang dengan Pakistan
Baca juga: Pakistan ajak Indonesia perkuat kolaborasi sektor TI dan pendidikan






Komentar (0)