Jakarta, VIVA - Tekanan pekerjaan, ketidakpastian ekonomi, hingga perubahan teknologi menjadi tantangan yang semakin akrab bagi para pekerja. Di tengah situasi tersebut, kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari tekanan atau resilience menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas.
Ketahanan diri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang menghadapi beban pekerjaan. Kondisi fisik, kesehatan mental, hubungan sosial, hingga keamanan finansial turut memengaruhi kemampuan individu untuk tetap bekerja secara optimal di tengah berbagai perubahan.
Hal ini diperkuat oleh studi global Zurich bertajuk The Resilient Workforce. Riset tersebut menemukan bahwa 88 persen pekerja dengan tingkat resilience tertinggi melaporkan memiliki kinerja baik atau sangat baik. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan pekerja dengan tingkat ketahanan diri terendah, yakni 44 persen.
Temuan lainnya menunjukkan bahwa hubungan antara resilience dan kinerja kerja bahkan tercatat lebih kuat dibandingkan faktor pendapatan. Artinya, produktivitas tidak semata-mata ditentukan oleh besaran gaji atau keterampilan profesional, tetapi juga oleh kemampuan seseorang menjaga kesejahteraan dirinya.
Prof. Jan-Emmanuel De Neve, Professor of Economics and Behavioural Science di Said Business School, University of Oxford sekaligus Director of the Wellbeing Research Centre, yang mengembangkan riset tersebut bersama Zurich, menjelaskan bahwa kesejahteraan dan produktivitas memiliki hubungan erat.
"Selama ini produktivitas sering dipandang sebagai hasil dari keterampilan, pengalaman, atau insentif. Namun, data kami menunjukkan bahwa pekerja yang lebih resilien cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Ketika individu memiliki dukungan yang memadai untuk menjaga kesehatan fisik, psikologis, sosial, finansial, dan digital mereka, mereka cenderung lebih siap menghadapi perubahan dan mampu memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi," ujar Prof. Jan-Emmanuel De Neve, mengutip keterangannya.
Menjaga Kesehatan Jadi Bagian dari Ketahanan Diri
Salah satu hal yang kerap luput diperhatikan ketika membahas produktivitas adalah kondisi kesehatan jangka panjang. Padahal, meningkatnya angka harapan hidup juga diikuti dengan semakin banyaknya orang yang hidup lebih lama bersama penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.






Komentar (0)