Jakarta, CNBC Indonesia - Serangkaian ancaman bom mengacaukan penerbangan di sejumlah negara Eropa. Sedikitnya tujuh pesawat penumpang menjadi sasaran teror yang memaksa otoritas mengalihkan penerbangan, mengerahkan jet tempur, hingga menutup sementara bandara. Meski demikian, seluruh ancaman tersebut sejauh ini dinyatakan palsu setelah pemeriksaan tidak menemukan bahan peledak.
Melansir The Guardian, Rabu (4/11/2026), rentetan insiden itu melibatkan penerbangan dari Inggris, Irlandia, Denmark, Portugal, dan Italia dengan tujuan sejumlah kota di Polandia, Spanyol, Italia, serta Bulgaria.
Empat penerbangan yang menerima ancaman dioperasikan maskapai Ryanair, sementara tiga lainnya masing-masing milik LOT, Wizz Air, dan Scandinavian Airlines (SAS).
Pemerintah Inggris mengecam rangkaian ancaman tersebut dengan menyebutnya sebagai "hoaks jahat". Sumber dari Departemen Transportasi Inggris juga memastikan bahwa ancaman yang menyasar dua penerbangan dari negara itu tidak kredibel.
Meski penumpang diminta tidak khawatir, aparat keamanan tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Salah satu insiden terjadi pada pesawat LOT yang terbang dari Bandara Heathrow, London, menuju Warsawa, Polandia. Pesawat Boeing 737 Max tersebut terpaksa dialihkan ke Bandara Modlin setelah menerima ancaman bom.
Otoritas setempat sempat menutup bandara untuk sementara waktu sebelum pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan menjalani pemeriksaan keamanan.
"Para penumpang dievakuasi dan pesawat menjalani pemeriksaan keamanan. Tidak ditemukan apa pun," kata juru bicara bandara, Adam Szablowski, kepada AFP.
Ancaman serupa diterima pesawat SAS yang terbang dari Kopenhagen menuju Warsawa. Namun, penerbangan tersebut tetap melanjutkan perjalanan dan mendarat di Bandara Chopin.
Sementara itu, pesawat Ryanair dari Manchester menuju Murcia, Spanyol, disambut kendaraan darurat setelah otoritas menerima peringatan mengenai kemungkinan adanya bom di dalam pesawat. Pemeriksaan yang dilakukan setelah pendaratan tidak menemukan bahan peledak.
Situasi menegangkan juga terjadi di Italia. Dua pesawat Ryanair yang masing-masing berangkat dari Lisbon, Portugal, dan Dublin, Irlandia, menjalani pemeriksaan keamanan setelah tiba di Bandara Fiumicino, Roma.
Bahkan, salah satu penerbangan tersebut harus mendapat pengawalan jet tempur hingga berhasil mendarat dengan aman.
Di Bulgaria, Kementerian Transportasi mengonfirmasi dua ancaman bom yang menyasar penerbangan Wizz Air dari Bergamo, Italia, serta Ryanair dari Dublin menuju Sofia.
Kedua pesawat masing-masing mengangkut sekitar 180 penumpang. Seluruhnya berhasil mendarat dengan selamat dan tidak ditemukan benda mencurigakan dalam pemeriksaan.
Rentetan ancaman itu terjadi setelah insiden serupa sehari sebelumnya, ketika pesawat Wizz Air yang terbang dari London menuju Sofia terpaksa dialihkan ke Budapest, Hungaria, akibat laporan ancaman bom.
Meski seluruh ancaman terbukti palsu, aparat keamanan di sejumlah negara Eropa masih menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan antara insiden-insiden tersebut.
Hingga kini, penyelidik belum menemukan indikasi aktivitas terorisme maupun bukti langsung yang mengarah pada keterlibatan negara tertentu. Belum ada pula petunjuk yang memastikan bahwa ancaman tersebut dilakukan secara terkoordinasi.
Philip Baum, profesor tamu bidang keamanan penerbangan di Coventry University, menjelaskan bahwa sebagian besar ancaman bom terhadap pesawat biasanya berasal dari orang-orang yang menganggap tindakan tersebut sebagai lelucon atau memang berniat mengganggu operasional penerbangan.
"Jika industri penerbangan menanggapi setiap ancaman yang tidak berdasar, maka seluruh penerbangan akan terhenti," ujarnya.
Namun, Baum menekankan bahwa keputusan untuk mengalihkan penerbangan menunjukkan ancaman yang diterima dinilai cukup spesifik sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja.
Karena itu, meskipun ancaman bom akhirnya dinyatakan palsu, otoritas penerbangan tetap harus mengambil langkah pengamanan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
(luc/luc)





Komentar (0)