JAKARTA, KOMPAS.TV - Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan.
Sifat plastik yang sulit terurai secara alami membuat material ini dapat bertahan di lingkungan dalam waktu yang sangat lama.
Tidak sedikit sampah plastik yang akhirnya menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), mencemari sungai, hingga berakhir di laut.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran tanah dan air yang dapat merusak ekosistem, hingga peningkatan emisi gas rumah kaca dalam siklus pengelolaan dan pembuangannya.
Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan langkah nyata untuk mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya.
Baca Juga: Intan Dewi Sukmawangi Sulap Limbah Plastik Jadi 29 Karya Seni
Mengubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai GunaDaur ulang menjadi salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Selain menekan kebutuhan terhadap bahan baku baru, pengolahan sampah plastik juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan industri kreatif berbasis lingkungan.
Semangat tersebut turut diwujudkan oleh WongBant (Wong Banten), seorang pemuda asal Cilegon, Banten, yang berinisiatif memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Berangkat dari kepedulian terhadap permasalahan sampah plastik, WongBant mengembangkan inovasi dengan mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk fungsional melalui proses daur ulang.
Proses pengolahan sampah plastik diawali dengan tahap pemilahan, pencucian, pengeringan, hingga pencacahan menjadi bagian-bagian kecil.
Material plastik yang telah dipersiapkan selanjutnya diolah menggunakan teknologi pemanasan dan pencetakan.
Melalui tahapan tersebut, plastik daur ulang dapat dibentuk menjadi lembaran, papan plastik, maupun berbagai komponen yang digunakan untuk pembuatan produk.
Salah satu inovasi yang dikembangkan WongBant adalah tempat sampah pintar (smart trash bin) yang menggabungkan material plastik daur ulang dengan teknologi sensor otomatis dan pemanfaatan energi matahari melalui panel surya.
Inovasi ini menjadi bentuk nyata upaya mengubah limbah plastik menjadi produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mengedepankan teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Tambah Transportasi Ramah Lingkungan, Bali Siapkan 11 Bus Listrik Hibah Pemerintah Korsel
Dilengkapi Sensor OtomatisKeunggulan tempat sampah pintar ini terletak pada penerapan teknologi sensor otomatis yang ditempatkan di bagian lubang masuk sampah.
Teknologi tersebut memungkinkan pengguna membuang sampah tanpa harus menyentuh penutup tempat sampah secara langsung.
Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan, meningkatkan kenyamanan, serta mengurangi kontak langsung pengguna dengan permukaan tempat sampah.
Manfaatkan Energi MatahariTidak hanya mengandalkan teknologi sensor otomatis, tempat sampah pintar yang dikembangkan WongBant juga memanfaatkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya.
Penggunaan panel surya menjadi nilai tambah karena mengurangi ketergantungan terhadap jaringan listrik konvensional.
Dengan sistem tersebut, tempat sampah pintar ini berpotensi ditempatkan di berbagai area, termasuk ruang terbuka dan lokasi yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik, selama mendapatkan paparan cahaya matahari yang memadai.
Baca Juga: Kompas Gramedia Apresiasi Kader Bank Sampah, 4,8 Ton Sampah Terkelola
PenerapanSebagai langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, inovasi tempat sampah pintar ini telah menjalin kerja sama dengan salah satu proyek konstruksi, yaitu Proyek IRIS, PT Total Bangun Persada Tbk.
Dalam penerapannya, produk yang dihadirkan tidak hanya berupa tempat sampah pintar (smart trash bin), tetapi juga berbagai furnitur seperti meja dan kursi yang dibuat dari material plastik daur ulang.
Kehadiran produk daur ulang ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih praktis sekaligus memperkenalkan pemanfaatan produk berbasis daur ulang dan teknologi ramah lingkungan di sektor pembangunan.
Dorong Ekonomi SirkularPengembangan tempat sampah pintar berbahan plastik daur ulang menunjukkan limbah dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi.
Melalui perpaduan teknologi sensor otomatis dan pemanfaatan energi matahari, inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga menghadirkan solusi yang mengintegrasikan teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- WongBant
- smart trash bin
- daur ulang
- sampah
- sampah plastik
- limbah plastik






Komentar (0)