Jakarta, VIVA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengakibatkan kerusakan cukup luas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 347,06 hektare lahan terdampak, dengan jumlah pohon yang terbakar atau terdampak mencapai lebih dari 39 ribu batang.
Kebakaran yang pertama kali muncul pada awal Oktober 2026 itu bahkan meluas hingga menjangkau tiga kecamatan dan 13 desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan kebakaran bermula di Desa Salati pada Senin (5/10/26) sekitar pukul 15.00 WIT.
"Kebakaran kemudian meluas hingga mencakup tiga kecamatan dan 13 desa," kata Berton dalam keterangannya, Rabu (4/11/26).
Adapun wilayah yang terdampak tersebar di Kecamatan Taliabu Barat Laut, meliputi Desa Salati, Onemay, dan Nggele. Kemudian Kecamatan Taliabu Lede, yakni Desa Lede, Langganu, Balohang, dan Todoli.
Sementara di Kecamatan Taliabu Utara, kebakaran menjangkau Desa Air Bulan, Bua Mobono, Ufung, Padang, Tikong, dan Nunu.
Besarnya dampak kebakaran terlihat dari luas lahan dan jumlah vegetasi yang terdampak. BNPB mencatat puluhan ribu pohon ikut terdampak akibat peristiwa tersebut.
"Berdasarkan data sementara, luas lahan terdampak mencapai sekitar 347,06 hektare, dengan jumlah pohon terdampak diperkirakan sebanyak 39.162 batang," ujar dia.
Meski kebakaran meluas ke sejumlah wilayah, BNPB memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui pos komando. Sejumlah dukungan logistik dan peralatan pemadaman juga telah disalurkan untuk mempercepat penanganan.
Petugas turut melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone. Selain itu, sekat bakar dibuat secara manual maupun mekanis untuk mencegah api kembali menjalar ke area lainnya.
Setelah melalui serangkaian upaya pemadaman, titik api utama akhirnya berhasil dikendalikan pada akhir Oktober 2026.
"Titik api utama dilaporkan berhasil dipadamkan pada Kamis (29/10/26), sekitar pukul 00.30 WIT. Setelah itu, petugas melanjutkan penanganan melalui pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api," tutur dia.






Komentar (0)