Tercipta 51 Kartu Merah dalam Turnamen Sepakbola di Brasil, Kok Bisa?

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA - Insiden memalukan terjadi dalam pertandingan sepak bola kelompok usia U-20 di Brasil. Laga semifinal Divisi 2 Kejuaraan Mineiro U-20 antara Uberlandia Esporte Clube (UEC) melawan Mamore berakhir ricuh hingga wasit mengeluarkan total 51 kartu merah.

Kerusuhan yang melibatkan pemain dan staf kedua kesebelasan itu terjadi di Stadion Parque do Sabia, Uberlandia, Brasil. Jumlah pengusiran tersebut berpotensi menjadi rekor dunia sebagai kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan sepak bola.

Baca Juga :
Trump Bilang Flavio Bolsonaro Bisa Tinggal di AS Selama yang Dia Mau
Usai Dihajar Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup, Singapura Dapat Kesempatan Lawan Brasil

Berdasarkan laporan resmi Federasi Sepak Bola Minas Gerais (FMF), wasit memberikan kartu merah kepada 43 pemain dan delapan anggota staf kepelatihan dari kedua tim.

Jumlah tersebut melampaui catatan sebelumnya dalam pertandingan Divisi 5 Liga Argentina pada 2011. Kala itu, wasit mengeluarkan 36 kartu merah setelah pertandingan diwarnai keributan.

Dikutip dari Paranaibamais, laporan pertandingan menyebutkan empat pemain menerima kartu merah ketika laga masih berlangsung. Sementara itu, 39 pemain lainnya diusir setelah pertandingan berakhir.

Suasana pertandingan mulai memanas pada babak kedua. Seorang pemain UEC menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pukulan terhadap lawan.

Situasi kemudian semakin tidak terkendali ketika sejumlah anggota manajemen tuan rumah masuk ke lapangan. Mereka dilaporkan melakukan intimidasi terhadap wasit hingga pertandingan harus dihentikan selama sekitar 40 menit.

Puncak kericuhan terjadi ketika pemain Mamore merayakan gol. Selebrasi tersebut memicu provokasi ke arah bangku cadangan UEC, sebelum pemain dan staf teknis kedua tim terlibat baku hantam.

Situasi semakin parah setelah enam orang suporter masuk ke lapangan dan menyerang skuad Mamore. Laporan resmi wasit juga mencatat adanya ancaman pembunuhan yang diduga dilontarkan sejumlah petinggi klub UEC.

Di luar kericuhan di lapangan, pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Mamore 3-1 itu juga menyisakan kerusakan di area ruang ganti tim tamu.

Manajemen Mamore kemudian membawa kasus dugaan pengancaman tersebut ke kepolisian. Mereka juga mendesak agar UEC dikeluarkan dari kompetisi menyusul insiden yang terjadi.

Baca Juga :
Kabur ke AS, Flavio Bolsonaro Klaim Jadi Presiden Brasil yang Sah
Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah Pilpres, Lula: Jika Tak Sembunyikan Apa Pun, Tak Perlu Takut!
Kabur usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Dapat Visa AS

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Istri Sah Pelaku Mutilasi di Madiun Buka Suara: Jangan Bunuh Diri di Penjara, Bertobatlah
• 21 jam lalu
0
thumb
Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2027, Kemenhub Siapkan Penambahan Kapal Penyeberangan
• 13 jam lalu
0
thumb
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.132 per Dolar AS, Risiko Pasar Jadi Sorotan
• 10 jam lalu
0
thumb
Gus Ipul: SDM Sekolah Rakyat Harus Bekerja dengan Disiplin dan Kode Etik
• 1 jam lalu
0
thumb
PSM Makassar Bungkam De Red FC 2-0 di ILeague Cup 2026/2027, Abdul Rahman dan Kodai Tanaka Cetak Gol
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.