Stok makanan darurat di rumah dihitung dari jumlah penghuni, lama persediaan yang diinginkan, dan kebiasaan makan. Pilih makanan yang dapat disimpan tanpa kulkas dan tetap bisa disantap ketika listrik, air, atau kompor tidak tersedia. Mulailah dari jumlah yang mampu disimpan dan digunakan keluarga, lalu tambah secara bertahap.
Topik ini kembali mengemuka pada awal November 2026. Kementerian Pertanian menyebut persiapan kebutuhan dasar di 33 negara, termasuk Inggris dan Jepang yang sebelumnya diberitakan Katadata. Kementan menyatakan ketersediaan pangan Indonesia relatif aman. Di dalam negeri, BNPB pada 3 November mengimbau warga menyiapkan tas berisi kebutuhan darurat untuk tiga hari saat mewaspadai bencana musim hujan.
Berapa lama stok makanan darurat perlu disiapkan?Tiga hari dapat menjadi titik awal, bukan batas stok di rumah. Durasi yang dipilih bergantung pada jumlah penghuni, risiko gangguan di sekitar rumah, ruang penyimpanan, dan anggaran. Jika risiko gangguan di sekitar rumah lebih lama, tambah persediaan sesuai kebutuhan, ruang, dan anggaran. Karena itu, pisahkan stok rumah dari makanan dan air dalam tas yang harus mudah dibawa.
- Tentukan jumlah orang dan hari. Catat pula kebutuhan bayi, lansia, anggota keluarga dengan alergi atau diet khusus, serta hewan peliharaan.
- Hitung kesempatan makan. Gunakan rumus jumlah orang × jumlah hari × waktu makan per hari. Untuk empat orang yang biasa makan tiga kali sehari, hasilnya 36 kesempatan makan untuk tiga hari atau 84 untuk tujuh hari.
- Ubah menjadi daftar belanja. Pilih menu, lalu baca ukuran saji pada setiap kemasan. Jika enam porsi lauk akan dipenuhi produk yang berisi dua porsi per kaleng, siapkan tiga kaleng. Satu porsi menurut label belum tentu cukup untuk satu kali makan seseorang.
- Hitung air terpisah. Sebagai acuan, panduan pemerintah Inggris menyebut 3 liter air minum per orang per hari. Empat orang memerlukan 36 liter untuk tiga hari atau 84 liter untuk tujuh hari. Tambahkan air untuk memasak dan kebersihan; kebutuhan minum juga dapat meningkat pada cuaca panas atau saat sakit.
Prioritaskan makanan tahan lama yang bisa langsung dimakan. Daftar berikut membantu menyusun menu saat fasilitas rumah terganggu.
Sebagai contoh, satu hari tanpa kompor dapat direncanakan dengan sereal dan susu UHT untuk sarapan, crackers dengan ikan kaleng serta buah untuk siang, lalu makanan pokok siap santap dengan lauk dan sayuran kaleng untuk malam. Ulangi perhitungan untuk jumlah hari yang dipilih, tetapi variasikan makanan sesuai kebiasaan serta kebutuhan keluarga. Periksa label, kandungan, alergi, dan petunjuk penyajian sebelum membeli.
Pilih kemasan yang dapat dihabiskan sekali makan jika kulkas mungkin tidak berfungsi. Sediakan pembuka kaleng manual.
Cara menyimpan stok makanan darurat- Letakkan di tempat sejuk, kering, dan gelap. Jauhkan makanan dari kompor, bawah wastafel, area lembap, dan bahan kimia.
- Lindungi dari hama dan genangan. Tempatkan makanan berkardus atau berkemasan tipis dalam wadah tertutup dan simpan di rak yang tidak mudah terkena air. Sesuaikan lokasi dengan risiko bencana di sekitar rumah.
- Pisahkan stok rumah dari tas evakuasi. Semua penghuni perlu mengetahui letak keduanya.
- Baca aturan setelah kemasan dibuka. Produk yang tahan disimpan pada suhu ruang sebelum dibuka mungkin harus segera dihabiskan atau didinginkan setelah dibuka.
Jika banjir terjadi, buang makanan dalam kardus atau kemasan tidak kedap air yang terkena genangan. Menurut lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat atau CDC, sebagian kaleng komersial yang utuh dapat diselamatkan setelah dibersihkan dan disanitasi dengan benar. Buang kaleng yang menggembung, bocor, terbuka, atau rusak.
- Catat produk, jumlah, dan tanggal kedaluwarsa. Simpan daftar di dekat rak atau dalam catatan belanja keluarga.
- Taruh produk yang lebih cepat kedaluwarsa di depan. Gunakan dalam menu sehari-hari, lalu beli penggantinya. Produk yang dibeli belakangan bisa memiliki tanggal kedaluwarsa lebih dekat.
- Isi kembali porsi yang digunakan. Pastikan jumlah stok tetap sesuai target hari yang sudah dipilih.
- Periksa menyeluruh setiap enam bulan. Cek kondisi kemasan, air, pembuka kaleng, serta perubahan kebutuhan penghuni. Periksa stok secara berkala. Cek kondisi kemasan, air, pembuka kaleng, serta perubahan kebutuhan penghuni, misalnya setiap enam bulan.





Komentar (0)