Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan Indonesia siap memaparkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila menjadi sorotan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 (COP31) di Turki.
“Kita mengapresiasi dukungan dari masyarakat umum. Kita mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh negara tetangga yang bersahabat. Tapi kita mengerahkan segala upaya untuk memadamkan karhutla dan mencegah karhutla terjadi di masa depan,” kata Eddy dalam taklimat media menjelang keberangkatan Delegasi Indonesia ke COP31 di Jakarta, Rabu.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI sebagai bagian dari penyampaian kesiapan Indonesia menghadapi konferensi perubahan iklim tersebut.
Eddy mengatakan Indonesia telah melakukan berbagai upaya pemadaman karhutla yang dipengaruhi secara signifikan oleh fenomena iklim El Nino.
Baca juga: RI siap angkat RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan pada COP31
Ia juga menyampaikan bahwa dalam diskusi persiapan COP31, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan karhutla tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain, termasuk Kongo dan Australia.
"Jadi, untuk menjaga informasi yang setara degan negara-negara lain, kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan kebakaran hutan seperti yang dilakukan negara-negara lain. Meskipun kebakaran hutan mungkin lebih besar dibandingkan negara kita,” tuturnya.
Tidak hanya itu, akan turut ditekankan pula selain upaya pemadaman yang intensif akan dilakukan akselerasi reforestasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mengimbangi emisi yang dihasilkan dari karhutla.
Selain itu, dia menekankan Indonesia juga sedang berupaya mengimplementasikan teknologi dan inovasi untuk mencegah karhutla, selain juga melakukan langkah penegakan hukum dan kolaborasi dengan berbagai peangku kepentingan.
Baca juga: KLH: COP31 fokus pada implementasi nyata-akuntabilitas pendanaan iklim
Baca juga: KLH usung Paviliun Indonesia di COP31 Turki sebagai rumah solusi iklim
Baca juga: Menko Pangan bidik investasi hijau konkret lewat COP31
“Kita mengapresiasi dukungan dari masyarakat umum. Kita mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh negara tetangga yang bersahabat. Tapi kita mengerahkan segala upaya untuk memadamkan karhutla dan mencegah karhutla terjadi di masa depan,” kata Eddy dalam taklimat media menjelang keberangkatan Delegasi Indonesia ke COP31 di Jakarta, Rabu.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI sebagai bagian dari penyampaian kesiapan Indonesia menghadapi konferensi perubahan iklim tersebut.
Eddy mengatakan Indonesia telah melakukan berbagai upaya pemadaman karhutla yang dipengaruhi secara signifikan oleh fenomena iklim El Nino.
Baca juga: RI siap angkat RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan pada COP31
Ia juga menyampaikan bahwa dalam diskusi persiapan COP31, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan karhutla tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain, termasuk Kongo dan Australia.
"Jadi, untuk menjaga informasi yang setara degan negara-negara lain, kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan kebakaran hutan seperti yang dilakukan negara-negara lain. Meskipun kebakaran hutan mungkin lebih besar dibandingkan negara kita,” tuturnya.
Tidak hanya itu, akan turut ditekankan pula selain upaya pemadaman yang intensif akan dilakukan akselerasi reforestasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mengimbangi emisi yang dihasilkan dari karhutla.
Selain itu, dia menekankan Indonesia juga sedang berupaya mengimplementasikan teknologi dan inovasi untuk mencegah karhutla, selain juga melakukan langkah penegakan hukum dan kolaborasi dengan berbagai peangku kepentingan.
Baca juga: KLH: COP31 fokus pada implementasi nyata-akuntabilitas pendanaan iklim
Baca juga: KLH usung Paviliun Indonesia di COP31 Turki sebagai rumah solusi iklim
Baca juga: Menko Pangan bidik investasi hijau konkret lewat COP31






Komentar (0)