Beauties, tak dapat dipungkiri bahwa krisis iklim menyebabkan dampak besar terhadap keberlangsungan hidup manusia. Krisis iklim dapat memicu cuaca ekstrem yang menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam hingga kerusakan ekosistem. Tidak hanya merasakan dampak secara langsung berupa ancaman terhadap keselamatan, masyarakat juga menghadapi dampak sosial dan ekonomi akibat krisis iklim.
Namun, dampak yang dirasakan akan berbeda, tergantung pada tingkat kerentanan tiap lapisan masyarakat. Kalangan masyarakat menengah ke bawah, misalnya, akan merasakan dampak yang lebih parah akibat naiknya biaya hidup, kerugian ekonomi, serta keterpaksaan untuk mengungsi.
Sementara itu, perempuan juga menghadapi situasi yang lebih sulit akibat beban domestik yang dibebankan kepada mereka. Perempuan juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, ancaman keselamatan, dan masalah kesehatan reproduksi di tengah terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan sumber daya ekonomi akibat krisis iklim.
Dengan begitu, persoalannya bukan sekadar bagaimana krisis iklim berdampak pada kehidupan manusia, tetapi juga bagaimana ketimpangan gender membuat perempuan menghadapi risiko dan tantangan yang berbeda. Lalu, mengapa krisis iklim juga perlu dipandang sebagai isu kesetaraan gender?






Komentar (0)