Asing Catat Net Buy Rp 265 Miliar saat IHSG Berbalik Menguat 0,32%

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada penutupan perdagangan Rabu (4/11). Kendati demikian, indeks masih tertahan di bawah level 5.000, yakni di posisi 4.919, naik 15,48 poin atau 0,32% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan ini menjadi pembalikan arah setelah IHSG sempat melemah pada perdagangan sesi pertama. Pada saat jeda makan siang tadi, indeks terkoreksi 0,88% atau 43,35 poin ke level 4.860,93.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pagi tadi dibuka di level 4.856,96. Tekanan jual sempat membawa indeks menyentuh level terendah 4.824 sebelum akhirnya berbalik ke zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Namun, mayoritas saham masih ditutup melemah. Sebanyak 439 saham terkoreksi, sementara 190 saham menguat dan 88 saham lainnya tidak bergerak.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari mencatatkan volume sebanyak 26,665 miliar saham dengan frekuensi 1,228 juta kali transaksi. Nilai transaksi mencapai Rp 10,769 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 8.685,509 triliun.

Investor asing membukukan pembelian bersih atau net foreign buy sebesar Rp 264,64 miliar. Nilai pembelian asing mencapai Rp 4,10 triliun, lebih besar dibandingkan nilai penjualan sebesar Rp 3,83 triliun.

Analis Mirae Asset menyebut penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing serta saham-saham perbankan. "IHSG berhasil berbalik positif 0,3% didorong aksi beli asing sebesar Rp265 miliar. Saham perbankan menjadi penopang IHSG dimana BBCA (+1,85%), BBRI (+1,12%) dan BMRI (+0,27%)," tulis Mirae Asset dalam risetnya.

Walaupun demikian, penguatan pasar belum merata. Dari 11 sektor yang tercatat di BEI, hanya tiga sektor yang berakhir di zona hijau. Sektor barang baku atau basic industry menguat 0,91%, disusul sektor barang konsumen primer atau non-cyclical sebesar 0,22% dan keuangan sebesar 0,17%. Delapan sektor lainnya ditutup melemah.

Di sisi lain, sejumlah saham menjadi perhatian dalam perdagangan hari ini. Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) ditutup di level Rp 3.380, turun 1,45%. Saham Merdeka Copper Gold (MDKA) berada di level Rp 1.840, terkoreksi 0,27%, sedangkan Timah (TINS) ditutup pada harga Rp 3.360 atau melemah 0,88%.

Berdasarkan data pergerakan investor asing yang dirilis Mirae Asset, saham Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan net buy terbesar senilai Rp 133 miliar. Berikutnya, saham Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan net buy Rp 53 miliar; Astra International (ASII) Rp 36 miliar; Timah (TINS) Rp 26 miliar, dan; Telkom Indonesia (TLKM) Rp 25 miliar.

Sementara itu, saham Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan net sell terbesar senilai Rp 97 miliar. Disusul Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp 28 miliar, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan United Tractors (UNTR) masing-masing Rp 25 miliar, serta Barito Pacific (BRPT) sebesar Rp 22 miliar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat 5 November 2026, 5 Provinsi Berstatus Siaga
• 9 jam lalu
0
thumb
Klasemen Grup E ACL Two usai Matchday 4: Persib Menunggu Teman ke 16 Besar
• 21 jam lalu
0
thumb
Pesta Gol Como! Hancurkan Lens 9-1, Pemain Muda Ikut Cetak Sejarah
• 13 jam lalu
0
thumb
Blokees Jadi Mitra Strategis Konser Hatsune Miku "MIKU WITH YOU 2026" di Tiongkok
• 8 jam lalu
0
thumb
Sopir Inara Rusli Jadi Tersangka Kasus Dugaan Akses Ilegal, Wardatina Mawa: Harusnya Dapat Perlindungan Hukum
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.