Catatan Pengamat Soal Laka Maut Truk Molen di Bekasi: Lemah Pengawasan Bersama

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kecelakaan maut yang melibatkan satu unit truk mixer atau molen bermuatan semen di Bekasi meninggalkan catatan klasik soal insiden lalu lintas di Indonesia. Menjadi alasan mengapa jalan raya masih dinobatkan sebagai salah satu ruang paling tidak aman di Tanah Air.

Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan setidaknya ada beberapa hal yang membuat pola kecelakaan semacam itu terjadi berulang kali. Tidak hanya sekadar teknis kendaraannya.

"Pertama mengenai kompetensi sang pengemudi, juga SIM yang didapatkannya. Perlu ditelusuri, keterangan sejumlah sopir truk mereka harus bayar Rp 1,5-2 juta tanpa melalui uji tes yang memadai," urai Djoko kepada kumparan, Selasa (3/11).

Djoko menilai bahwa masih ada praktik yang tidak sesuai dengan aturan dari oknum kepolisian, sehingga proses penyaringan sumber daya manusia yang memang kompeten menjadi tidak ketat dan selektif.

"Situasi ini sangat berbahaya karena dengan kompetensi yang rendah, risiko kecelakaan di jalan raya akan semakin besar. Dengan kata lain, ada oknum polisi korup yang memanfaatkan kebutuhan sopir melalui cara yang ilegal," imbuhnya.

Selanjutnya adalah lemahnya pengawasan di lapangan langsung, Djoko mempertanyakan ketegasan pihak berwajib terhadap jenis kendaraan tertentu seperti truk dengan muatan besar yang akan hendak melewati ruas jalan tertentu.

"Seharusnya, truk dengan tonase besar seperti itu beroperasi pada malam atau dini hari agar tidak mencelakai orang. Dalam hal ini, polisi juga yang harus bertanggung jawab karena lalai mengatur lalu lintas," katanya.

Pada akhirnya, Djoko menambahkan bahwa semua bermuara kepada pemilik truk atau kendaraan yang menjadi penyebab kecelakaan. Ia turut menyayangkan tertib administrasi dari perusahaan terhadap kendaraannya sendiri.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, ada malfungsi rem pada truk tersebut. Apalagi, sudah enam tahun truk itu tidak menjalani uji KIR. Itu berarti, pemilik kendaraan lalai dalam memeriksa kelayakan kendaraannya," paparnya.

Begitu pun dengan Dinas Perhubungan setempat juga, menurut Djoko berkontribusi dalam kecelakaan. Dia bilang, dalam banyak kasus, sopir truk selalu menjadi pihak yang ditumbalkan. Padahal, sopir merupakan kelompok yang paling merana.

"Dengan gaji rata-rata sekitar Rp 4 juta sebulan, mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Ketika mereka dipenjara, keluarganya pun akan kian terpuruk," pungkas Djoko.

Kecelakaan truk molen di Bekasi, 6 orang tewas

Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi terjadi pada Minggu (1/11) sore. Insiden tersebut menewaskan setidaknya enam orang dan melukai enam lainnya, mayoritas adalah pengguna kendaraan bermotor.

Laporan sementara, peristiwa nahas tersebut diduga karena rem truk tidak dapat bekerja dengan baik dan semestinya. Dalam kasus ini Polres Metro Bekasi Kota menetapkan pengemudi truk berinisial TM sebagai tersangka.

Menurut polisi, truk bernomor polisi B 9548 MV itu melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang. Di turunan jembatan, sistem pengereman truk diduga bermasalah sehingga pengemudi kehilangan kendali.

Sopir sempat mencoba mengarahkan truk ke tembok gerbang kampus BSI, tetapi gagal. Truk lalu menabrak warga yang menunggu bus di halte, salah satu saksi mata sempat melihat truk berpindah lajur dalam kondisi oleng.

Sejak melewati turunan dan pindah ke lajur kiri yang kosong, sejumlah korban terseret hingga luka parah. Saksi mata membantu menyelamatkan anak-anak di lokasi, ia membawa salah satunya ke rumah sakit dengan sepeda motor karena ambulans terjebak macet.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Libatkan Eks Kapolri, Gerindra: Bentuk Insubordinasi
• 2 jam lalu
0
thumb
LSP Terancam 10 Tahun Kurungan Penjara
• 20 jam lalu
0
thumb
Menkeu Bantah Transfer Antarbank dan Dompet Digital Kena Pajak Mulai 9 November
• 21 jam lalu
0
thumb
Misteri Sosok Pria di Balik ART Cabuli Anak Majikan di Jaktim
• 13 jam lalu
0
thumb
Dimotori LSP, Begini Kronologi Skandal Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo!
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.