BRIN: Kolaborasi OMC lintas sektor dorong pemulihan udara di Sumsel

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), TNI Angkatan Udara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sumatera Selatan, mulai menunjukkan hasil positif.

Kepala BRIN Arif Satria dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan sejak 24 Oktober 2026, kualitas udara, curah hujan, dan jarak pandang di wilayah tersebut menunjukkan perbaikan.

"Setelah kita melihat kerja keras dari teman-teman TNI AU bersama BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI Angkatan Darat, Polri, serta teman-teman dari BRIN, kita bisa menyaksikan upaya yang sudah maksimal di Sumatera Selatan," katanya.

Arif menjelaskan, perkembangan hasil operasi dapat dilihat dari sejumlah indikator. Salah satunya adalah konsentrasi partikel halus PM 2,5, yaitu partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Sebelumnya, tingkat PM 2,5 di Sumatera Selatan menunjukkan kondisi polusi yang berbahaya. Namun, angkanya mulai mengalami penurunan signifikan sejak 24 Oktober 2026, setelah pelaksanaan OMC dilakukan lebih intensif setelah 16 Oktober 2026.

Baca juga: TNI AU berhasil hadirkan hujan buatan untuk tangani karhutla di Sumsel

Selain kualitas udara, peningkatan curah hujan juga mulai terlihat sejak 24 Oktober. Sementara itu, jarak pandang yang sebelumnya sempat berada di bawah 300 meter kini meningkat hingga mendekati 8.000 meter atau sekitar 8 kilometer. Kondisi ini menunjukkan jarak pandang telah kembali mendekati normal.

"Sekarang ini, kondisi di Sumatera Selatan, hujan sudah turun setiap hari. Kita bersyukur bahwa langkah yang sudah dilakukan oleh tim, tentu didukung oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang juga sudah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan OMC ini," ujar Arif.

Ke depan, Arif mengatakan, BRIN juga akan mengembangkan pelaksanaan OMC dengan memanfaatkan teknologi baru bernama Dumakron, yaitu garam (NaCl) berukuran 2–5 mikron atau sangat kecil, yang akan disebarkan menggunakan pesawat nirawak (drone). Teknologi ini direncanakan untuk digunakan dalam operasi di Kalimantan dan diharapkan membuat pelaksanaan OMC lebih hemat biaya, efisien, dan efektif.

"Dengan DumaKron ini, tentu pelaksanaannya lebih efisien, lebih murah, dan lebih efektif. Teknologi ini akan kita gunakan bersama-sama," ucap dia.

Berdasarkan data pelaksanaan operasi di Sumatera Selatan, kegiatan pemadaman menggunakan helikopter (water bombing) telah dilakukan sebanyak 756 kali penerbangan dengan total air yang digunakan lebih dari 81 juta liter.

Baca juga: OMC dry ice kurangi konsentrasi asap karhutla di Sumsel

Sementara itu, OMC telah dilaksanakan sebanyak 117 kali penerbangan dengan menggunakan 145.200 kilogram NaCl dan 24.766 kilogram es kering (dry ice) untuk membantu proses pembentukan dan penyemaian awan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
11 Kereta Jarak Jauh Tambah Pemberhentian di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara
• 12 jam lalu
0
thumb
Menko Yusril tegaskan penyadapan tidak terindikasi upaya makar
• 16 jam lalu
0
thumb
IHSG Sesi 1 Melemah 0,89 Persen ke Level 4.860
• 9 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Siap Tanggung Biaya Perawatan Gustina Putri, Gadis yang 10 Tahun Terbaring Sakit
• 3 jam lalu
0
thumb
Apakah Gibran Ikut Disadap Listyo Cs?  Menko Yusril: Yang Baru Saya Dengar Presiden!
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.