Tangis Karina Ranau Pecah, Akui Harus Minum Obat Tiap Malam Demi Bisa Tidur di Tengah Kasus Dugaan Penganiayaan

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Rasa pilu tak terbendung menyelimuti hati Karina Ranau. Usai mengalami peristiwa dugaan penganiayaan beberapa waktu lalu, istri mendiang aktor Epy Kusnandar ini tak kuasa menahan tangis histerisnya saat mencurahkan kepedihan hidup yang harus ia jalani seorang diri.

Karina mengaku mentalnya terguncang akibat peristiwa tersebut. Di hadapan awak media, ia meratapi nasibnya yang kini harus berjuang sendiri mencari keadilan.

"Saya sebagai warga negara Indonesia, saya menuntut keadilan. Saya ini korban," kata Karina Ranau di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).

"Saya enggak punya siapa-siapa. Suami saya sudah mati! Sudah mati suami saya," ucap Karina.

Lebih lanjut, Karina juga membeberkan bahwa selama ini ia hanya berusaha berpura-pura tegar demi kelangsungan hidupnya. Setiap hari ia tetap memaksakan diri bekerja di warung makan, meski batinnya menjerit menahan trauma mendalam.

"Tahu enggak? Saya sudah mencoba untuk terlihat baik-baik saja! Saya sudah mencoba untuk terlihat baik-baik saja," ungkapnya.

Adapun rasa takut dan trauma itu pun merenggut waktu istirahatnya. Karina membeberkan bahwa dirinya tak lagi bisa tidur secara normal sejak peristiwa nahas menimpanya.

"Setiap malam saya di warung, kerja. Setiap malam saya pulang, enggak bisa tidur. Setiap malam sampai hari ini saya selalu harus minum obat. Saya harus minum obat supaya bisa tidur," lirihnya.

"Jangan biarkan orang itu tidurnya nyenyak, sedangkan saya enggak bisa tidur sampai hari ini," tandas Karina.

Sebagai informasi, Karina Ranau menjadi korban dugaan kekerasan fisik oleh seorang pria di warung makannya, Jukut Goreng Samali, Pancoran, Jakarta Selatan, pada pertengahan Juni lalu. Insiden tersebut dipicu emosi pelaku terkait masalah antrean makanan dan teguran memindahkan parkir sepeda motor, hingga akhirnya pelaku mendorong Karina dengan kasar sampai tersungkur ke tepi jalan dan menderita luka memar. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
4 Rekomendasi Lokasi Berkemah dengan Pemandangan Gunung Fuji di Jepang
• 6 jam lalu
0
thumb
Vedanta Limited Membukukan Laba Semester Pertama Tertinggi Di Sepanjang Sejarah Sebesar $1,21 Miliar, Meningkat 151% Secara Tahunan
• 12 jam lalu
0
thumb
Silang Sengketa Putusan MK dan Kasasi MA Soal Ijazah Gibran dalam Koridor Hukum Tata Negara
• 12 jam lalu
0
thumb
Kepesertaan BPJS Kesehatan 22 Ribu Warga Sleman Dinonaktifkan Pemerintah Pusat
• 15 jam lalu
0
thumb
Jokowi Berpotensi Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penyadapan, Ini Kata Yusril
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.