5 Kasus Besar di Era Listyo Sigit Prabowo jadi Kapolri, dari Sambo hingga Teddy Minahasa

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi SD Negeri Adisutjipto 2 Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). Listyo Sigit akhirnya diberhentikan sebagai Kepala KSP setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus penyadapan secara ilegal terhadap Presiden, sejumlah pejabat pemerintahan hingga tokoh masyarakat. (Sumber: ANTARA/HO-KSP)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Kasus besar yang ditangani Polri selama kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi sorotan publik di tengah dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri sejak Januari 2021 hingga Oktober 2026.

Selama memimpin Korps Bhayangkara, sejumlah perkara besar mencuat, mulai dari kasus Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan, hingga kasus narkoba yang menyeret Irjen Teddy Minahasa. Berikut daftar kasus besar yang menjadi sorotan selama Listyo Sigit menjabat Kapolri.

Kasus yang Pernah Diungkap Listyo Sigit 

1. Rekayasa Pembunuhan di Kasus Ferdy Sambo

Kasus kontroversial pertama adalah perkara pembunuhan yang dilakukan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Ferdy Sambo melakukan pembunuhan terhadap anak buahnya sesama anggota polisi, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Baca Juga: Kasus Penyadapan Presiden, Prabowo Segera Berhentikan Listyo Sigit dari KSP

Pada 2023 lalu, kasus ini telah menyita perhatian lantaran pembunuhan dilakukan antarsesama polisi.  Kasus ini makin pelik setelah Ferdy Sambo terbukti melakukan serangkaian upaya rekayasa kematian korban. 

Pengusutan kasus pun berbelit setelah Ferdy Sambo terbukti telah berupaya untuk menghancurkan alat bukti dan dalihnya tentang baku tembak tak terbukti. Kasus pembunuhan ini terjadi pada 8 Juli 2022, namun persidangan kasus ini berakhir dengan vonis mati terhadap petinggi Polri itu pada Februari 2023. 

Pada Agustus 2023, Mahkamah Agung menganulir vonis itu dan mengubahnya jadi hukuman seumur hidup.

2. Tragedi Kanjuruhan

Kasus lain yang membuat polisi disorot kembali terjadi pada 1 Oktober 2022. Kala itu, 135 orang meninggal dunia dan 500 lainnya terluka dalam pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kasus ini terjadi ketika pertandingan itu selesai. Suporter tim tuan rumah yang kalah meluapkan kekecewaan dengan turun ke lapangan sebagai bentuk protes ke pihak klub.

Akan tetapi, luapan kekecewaan itu direspons dengan keras oleh aparat kepolisian. Pihak kepolisian memukul mundur para suporter di lapangan dengan gas air mata yang kemudian turut berdampak pada para suporter di tribun stadion.

Para suporter di tribun pun berdesakan mencari jalan keluar karena tak tahan dengan dampak gas air mata.

Kasus Narkoba

3. Kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa

Kasus ini bermula pada Oktober 2022, ketika Polda Metro Jaya membongkar jaringan peredaran gelap narkoba yang melibatkan warga sipil. Dari penangkapan tersebut, pengembangan penyidikan mengarah kepada keterlibatan sejumlah oknum anggota kepolisian, hingga menyeret nama Irjen Teddy Minahasa yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumatra Barat.

Teddy Minahasa terbukti menjadi otak di balik perintah penggelapan barang bukti sabu seberat 5 kilogram hasil tangkapan Polres Bukittinggi. Sebagian barang bukti sabu tersebut kemudian disisihkan dan diganti dengan tawas.

Teddy memerintahkan anak buahnya, yakni Kapolres Bukittinggi saat itu (AKBP Dody Prawiranegara), untuk menukar dan menjual sabu hasil sitaan tersebut. Barang bukti sabu yang berhasil digelapkan diedarkan melalui jaringan perantara, termasuk melibatkan pihak swasta dan beberapa oknum polisi lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

4. Kematian Affan Kurniawan

Insiden yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan usai dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Jakarta, Jumat (29/8/2025), menambah daftar panjang kasus besar di institusi kepolisian di era kepemimpinan Listyo Sigit. Peristiwa ini memicu kemarahan publik karena terjadi di tengah sorotan tajam terhadap Polri paska sederet kasus kontroversial. 

Saat kejadian, kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI sedang memanas akibat pengamanan aksi unjuk rasa besar. Berdasarkan keterangan rekan sesama profesi dan saksi di lokasi, Affan Kurniawan (21 tahun) bukanlah peserta unjuk rasa, melainkan sedang dalam perjalanan bekerja untuk mengantar orderan di tengah situasi yang mulai ricuh.

Baca Juga: Kronologi Terbongkarnya Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Cs, Terjadi Sejak 2025

5. Kasus Dugaan Korupsi Jampidsus Febrie Adriansyah

Pada Juli 2026, pihak kepolisian juga disorot karena kasus yang kontroversial. Polisi menetapkan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Polri menetapkan Febrie sebagai tersangka setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Listyo sigit prabowo
  • Listyo sigit
  • Kasus besar listyo sigit
  • penyadapan presiden
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pandu Sjahrir Menjelaskan soal Supra Sekuritas: Kepemilikan Dilepas Sejak Juni
• 11 jam lalu
0
thumb
Kopdes Dilirik Jadi Fasilitas Kesehatan Saat Bencana
• 3 jam lalu
0
thumb
Prabowo Disebut Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Ilegal, Kapolri Telah Melapor
• 14 jam lalu
0
thumb
Karhutla dan Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Daerah, BNPB Minta Masyarakat Waspada
• 32 menit lalu
0
thumb
Kasus Penyadapan Presiden, Kompolnas Minta Polri Pastikan Penyidik Independen
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.