Wamenhaj: Petugas Haji Non Muslim akan Ditempatkan di Papua, NTT, Bali Hingga Manado

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, lokasi dan lingkup tugas petugas haji non-Muslim yang diwacanakan terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Mereka akan ditempatkan di sejumlah daerah dengan karakteristik masyarakat yang majemuk, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan Manado.

Dahnil mengatakan, keterlibatan petugas non-Muslim dimungkinkan untuk mendukung pelayanan teknis yang membutuhkan kompetensi khusus. Penugasannya dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai unsur petugas haji di daerah.

Baca Juga
  • Jadi Tersangka Sadap Presiden, Tanda Kehormatan Jenderal Listyo Belum Dicabut
  • Luis Enrique tak Mau Terbuai Rekor Gol, Tegaskan Target Utama PSG Juara Liga Champions
  • Simpanan Berbunga Tinggi Tembus Rp 3.791 Triliun, LPS Soroti Persaingan Bank

"Di Papua, NTT, Bali, Manado. Di tempat-tempat itu kolaborasi pemerintah daerah dan unsur-unsur petugas haji embarkasi dan debarkasi, maupun petugas haji teknis lainnya yang membutuhkan kompetensi khusus, bisa lintas agama," ujar Dahnil saat dikonfirmasi Republika, Selasa (3/11/2026). 

Dia menjelaskan, pelibatan masyarakat lintas agama tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan teknis dalam penyelenggaraan haji. Dengan demikian, kontribusi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi yang diperlukan di lapangan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Gagasan Dahnil ini sebelumnya mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis. Kiai Cholil mengingatkan agar pelibatan petugas non-Muslim tidak menyentuh urusan pelaksanaan dan pembimbingan ibadah haji.

Pengasuh Ponpes Amanah Cendekia Depok, KH Cholil Nafis - (Havid Al Visky / Republika)

Kiai Cholil pada prinsipnya mendukung semangat kebersamaan dan gotong royong dalam penyelenggaraan haji. Namun, dia menegaskan, petugas yang menangani langsung urusan ibadah harus beragama Islam karena haji merupakan ibadah khusus umat Islam.

"Petugas lapangan boleh, tapi bukan petugas ibadah. Untuk pelaksanaan ibadah, petugas haji tidak boleh dari non-Muslim," ujar Kiai Cholil dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasto Ajak Mahasiswa UBK Miliki Cara Pandang Geopolitik: Bela Kepentingan Nasional di Dunia
• 2 jam lalu
0
thumb
Anya Geraldine Butuh Waktu 3 Jam untuk Siapkan Wujud Siluman di Film
• 7 jam lalu
0
thumb
Rotasi Besar di Polda Banten: 3 Pejabat Utama Bergeser, Ini Daftar Lengkapnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Masyarakat Diminta Tak Beraktivitas di Sepanjang Besuk Kobokan
• 3 jam lalu
0
thumb
Mensesneg Sebut Belum Tahu Percakapan yang Disadap Listyo Cs
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.