Ahli konsumen IPB University bedah fenomena "downgrade lifestyle"

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Bogor (ANTARA) - Pakar perilaku konsumen IPB University Prof Megawati Simanjuntak membedah fenomena "downgrade lifestyle" pada kelas menengah yang ditandai dengan keputusan masyarakat mengurangi pengeluaran, memilih produk murah hingga menunda berbagai kebutuhan yang tidak mendesak.

"Dalam kajian ilmu keluarga dan konsumen, ini disebut strategi koping, yaitu cara keluarga menyesuaikan diri agar tetap bertahan. Berhemat dan mengganti produk dengan yang lebih murah merupakan bagian dari upaya tersebut, selain mencari tambahan penghasilan,” kata Prof Megawati Simanjuntak dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Fenomena downgrade lifestyle atau penurunan gaya hidup kini ramai dibicarakan di media sosial.

Ia mengamati dua hal menarik dari fenomena saat ini yakni perilaku tersebut kini banyak dilakukan kelompok kelas menengah yang selama ini dianggap relatif aman secara ekonomi, dan kedua, penyesuaian gaya hidup tersebut semakin terbuka dibicarakan di media sosial, bahkan menjadi konten.

Baca juga: Melindungi kelas menengah sebelum guncangan menjadi kemunduran

"Dulu, mengganti kopi kafe dengan kopi saset mungkin cukup disimpan sendiri. Sekarang, justru diceritakan,” katanya.

Ia menilai, saat ini sebagian besar fenomena downgrade lifestyle di kalangan kelas menengah cenderung dipicu keterpaksaan. Penyebabnya, pendapatan tidak banyak bertambah, harga kebutuhan sehari-hari cenderung naik, dan kewajiban cicilan membuat ruang keuangan keluarga semakin terbatas.

Dari luar, kata dia, penghematannya tampak sama, padahal latarnya bisa berbeda. Jika dilakukan atas kesadaran mengelola keuangan, perilaku ini menjadi positif karena mengurangi tekanan gengsi berbelanja.

"Namun, jika karena daya tahan keuangan keluarga menipis, kondisi itu menjadi sinyal yang perlu diwaspadai,” tuturnya.

Selain itu, kelas menengah umumnya juga tidak banyak tersentuh bantuan sosial, sehingga sebagian berisiko bergeser ke posisi lebih rentan.

Selain itu faktor psikologis ikut berperan. Informasi tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sulitnya memperoleh pekerjaan membuat masyarakat menahan pengeluaran untuk membangun cadangan keuangan.

Menurut dia, fenomena downgrade lifestyle berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap perekonomian. Ketika kelompok ini terus mengerem belanja, sektor-sektor seperti restoran dan kafe, pusat perbelanjaan, fesyen, pariwisata, hiburan, otomotif, hingga properti, berpotensi merasakan dampaknya, tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, dampak tersebut juga dirasakan usaha kecil dan menengah yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Kondisi ini berisiko membentuk lingkaran yang saling memperlemah. Penurunan belanja dapat menekan pendapatan pekerja di sektor terkait. Ketika pendapatan mereka ikut menurun, pengeluaran rumah tangga kembali dikurangi sehingga konsumsi semakin melemah,” kata dia.

Baca juga: Jalan menuju kelas menengah dimulai dari pekerjaan yang lebih baik

Meski demikian, Prof Megawati melihat fenomena ini juga memiliki sisi positif. Dalam jangka pendek, penyesuaian gaya hidup dapat mendorong konsumen beralih ke produk dan usaha lokal yang lebih terjangkau, sekaligus membantu memperbaiki kondisi tabungan rumah tangga.

Namun, jika berlangsung lama dan lebih banyak didorong keterpaksaan, fenomena tersebut dapat menjadi persoalan karena berpotensi melemahkan fondasi konsumsi nasional.

Ia menegaskan bahwa hal yang perlu diupayakan bukan sekadar menerima downgrade lifestyle sebagai kenyataan, melainkan memastikan bahwa perubahan gaya hidup tersebut lahir dari pilihan yang sadar, bukan karena tekanan ekonomi.

"Untuk itu, daya beli dan kesempatan kerja yang baik tetap menjadi kunci,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemkot Bandung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir dan Longsor
• 23 jam lalu
0
thumb
Drama Jagung SPHP dan Nasib Harga Bungkil Kedelai Impor
• 52 menit lalu
0
thumb
Pihak Ruben Onsu Ngamuk Disebut Tak Disiplin oleh Pihak Sarwendah, Imbas Tidak Datang Mediasi: Kami Sudah Konfirmasi
• 23 jam lalu
0
thumb
Hasil Feyenoord Vs Inter: Nerazzurri Pesta Gol di Kandang Feyenoord
• 10 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Bantah Sewa Orang Jadi Mahasiswa di Deklarasi Sumpah Pemuda, Bakal Investigasi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.