Jakarta, ERANASIONAL.COM — Situasi keamanan Ibu Kota menjadi sorotan setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dikabarkan mengeluarkan telegram khusus kepada seluruh jajaran TNI dari tiga matra.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, puluhan ribu personel TNI dari sejumlah daerah disebut-sebut disiapkan untuk bergerak ke Jakarta.
Pengerahan pasukan tersebut melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Bahkan, sejumlah satuan pasukan khusus dari ketiga matra dikabarkan turut disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan di Ibu Kota.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan, kedatangan personel TNI ke Jakarta merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Nas, pengerahan pasukan bukan sesuatu yang luar biasa dalam pelaksanaan tugas TNI.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan,” kata Nas kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, langkah deteksi dini dan kesiapsiagaan merupakan bagian dari tugas TNI dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk kemungkinan gangguan keamanan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
“Karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI,” ujar Nas.
Pasukan dari Tiga Matra Dikabarkan Merapat ke JakartaSementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber, seluruh satuan TNI AD, AL, dan AU disebut telah mengumpulkan personel untuk disiapkan menuju Jakarta.
Pergerakan pasukan tersebut dikabarkan melibatkan sejumlah satuan dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta sebagian wilayah Sumatra.
Tak hanya pasukan reguler, satuan khusus dari masing-masing matra juga disebut masuk dalam daftar kekuatan yang disiagakan untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan.
Langkah tersebut dikaitkan dengan upaya pengamanan Ibu Kota dari kemungkinan terjadinya kerusuhan maupun gangguan ketertiban masyarakat.
Informasi yang beredar menyebutkan, terdapat sejumlah pihak yang berencana menggelar demonstrasi besar pada 10 November 2026. Aksi tersebut dikhawatirkan berpotensi berkembang menjadi kericuhan.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai jumlah personel yang benar-benar telah diberangkatkan maupun skala pengerahan pasukan tersebut.
Pihak TNI juga belum memberikan penjelasan terperinci mengenai lokasi penempatan, kekuatan personel, serta bentuk pengamanan yang akan diterapkan di Jakarta.
Situasi ini membuat perhatian tertuju pada langkah antisipasi aparat keamanan menjelang 10 November 2026.






Komentar (0)