Sejumlah Supermarket di Berbagai Negara Eropa Diserang Peretas Hingga 33 Negara Imbau Warga Menyiapkan Persediaan Darurat

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Gelombang baru serangan siber melanda Eropa! Kali ini, para peretas tidak menyasar bank ataupun pembangkit listrik, melainkan supermarket yang setiap hari dikunjungi masyarakat.

Peralatan pendingin di sejumlah supermarket besar di berbagai negara diretas. Para peretas menaikkan suhu pendingin hingga 50 derajat Celsius, sehingga sejumlah besar makanan beku rusak dan harus dibuang.

Seiring meningkatnya risiko keamanan global, sedikitnya 33 negara telah secara terbuka mengimbau masyarakat untuk menyimpan persediaan makanan dan kebutuhan darurat.

Serangan Siber Menargetkan Supermarket di Eropa

Pada dini hari Senin (2 November), sejumlah supermarket besar di berbagai negara Eropa secara berturut-turut mengalami serangan siber.

Beberapa negara, termasuk Swedia, Belgia, Irlandia, dan Luksemburg, melaporkan bahwa suhu peralatan pendingin tiba-tiba melonjak, menyebabkan banyak bahan makanan rusak dan terpaksa dibuang.

Di Swedia, peralatan pembeku di sebuah supermarket diretas sekitar pukul 02.00 dini hari. Para peretas mengubah suhu pendingin hingga mencapai 50 derajat Celsius.

Sebuah toko daging di Belgia juga terkena dampaknya. Suhu peralatan pendinginnya dinaikkan hingga 18 derajat Celsius, mengakibatkan kerugian produk daging senilai sekitar 15.000 euro.

Sementara itu, pada bulan lalu, ratusan supermarket di Prancis juga mengalami serangan serupa. Para peretas mengendalikan peralatan pendingin dari jarak jauh dan menaikkan suhunya hingga 50 derajat Celsius.

Serangan tersebut tidak hanya menyebabkan sejumlah besar makanan beku rusak, tetapi juga memicu kebakaran di beberapa gerai. Total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta euro.

Pakar keamanan siber menunjukkan bahwa sistem pendingin, logistik, pembayaran, dan manajemen inventaris di supermarket modern banyak yang dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui jaringan internet.

Jika sistem perlindungannya tidak memadai, sistem-sistem tersebut dapat menjadi sasaran serangan peretas. Dampaknya bahkan dapat mengganggu pasokan pangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

33 Negara Imbau Masyarakat Menyiapkan Persediaan Darurat

Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, cuaca ekstrem, serta ancaman serangan siber, berdasarkan rangkuman media internasional, sedikitnya 33 negara di dunia telah secara terbuka mengimbau masyarakat untuk menyimpan persediaan makanan, air minum, perlengkapan darurat, obat-obatan, baterai, dan kebutuhan pokok lainnya.

Di antaranya:

Hingga saat ini, siapa sebenarnya dalang di balik gelombang serangan siber terhadap supermarket di Eropa tersebut masih belum diketahui.

Namun, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ketika pasokan makanan semakin bergantung pada jaringan internet, keamanan siber bukan lagi sekadar persoalan teknis bagi perusahaan atau pemerintah.

Ancaman tersebut dapat berdampak langsung pada makanan di meja makan setiap keluarga serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Reporter NTD, Liu Jiajia, menyusun laporan berdasarkan berbagai sumber.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Misi An Se Young Menyamai Rekor Juara di Korea Open 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Harga Referensi CPO Turun di November 2026, Bea Keluarnya Ditetapkan Segini
• 23 jam lalu
0
thumb
TPS Indiana dan Kentucky Ditutup, Penghitungan Suara Pemilu Sela AS Resmi Dimulai
• 7 jam lalu
0
thumb
12 Korban Ditabrak Truk di Bekasi Baru Pulang Kondangan dan Silaturahmi
• 19 jam lalu
0
thumb
BREAKING! Penangkapan Jenderal L, Perwira LSP Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.