Pasokan LNG Global Anjlok 6 Persen Imbas Perang Iran, Harga Naik Tajam

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pasokan gas alam cair (LNG) global turun sekitar enam persen sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang dengan Iran pada akhir Februari.

Pasokan LNG Global Anjlok 6 Persen Imbas Perang Iran, Harga Naik Tajam.

IDXChannel - Pasokan gas alam cair (LNG) global turun sekitar enam persen sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang dengan Iran pada akhir Februari.

Dilansir dari The Wall Street Journal pada Rabu (4/11/2026), hal tersebut tertuang dalam laporan Global Gas Security Review 2026 yang diterbitkan oleh Badan Energi Internasional (IEA).

Baca Juga:
Industri Berkembang, Arus Bongkar Muat LNG di Bali Tumbuh 3,7 Persen

Pasokan LNG global diperkirakan turun tiga persen pada 2026, penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat.

Menurut IEA, krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah memberikan dampak signifikan terhadap pasar gas alam dan LNG global.

Baca Juga:
Proyek Abadi Masela Mulai Produksi 2029, Kapasitas LNG 9,5 Juta Ton per Tahun

"Dari Maret hingga Oktober, pengiriman LNG dari Qatar dan Uni Emirat Arab mengalami penurunan lebih dari 60 miliar meter kubik secara tahunan," ungkap laporan tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa penurunan tersebut sebagian diimbangi oleh peningkatan produksi LNG dari proyek-proyek baru di Amerika Utara dan Afrika, serta membaiknya ketersediaan gas umpan (feedgas) di antara produsen Afrika, Asia, dan Rusia.

Baca Juga:
PGN (PGAS) Teken 7 Kerja Sama Gas Pipa dan LNG, Termasuk Blok Masela

"Hasilnya, produksi LNG di luar negara-negara Teluk Persia meningkat sebesar 14 persen, atau lebih dari 40 miliar meter kubik, dari Maret hingga Oktober secara tahunan. Peningkatan ini mengimbangi sekitar dua pertiga dari penurunan pasokan LNG yang berasal dari negara-negara Teluk Persia selama periode tersebut," ungkapnya.

"Secara keseluruhan, produksi LNG global turun sebesar 6 persen, atau sekitar 20 miliar meter kubik, dari Maret hingga Oktober dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

Di tengah gangguan pasokan LNG yang melewati Selat Hormuz, harga gas di Asia dan Eropa mencapai tingkat tertinggi sejak krisis energi 2022-2023.  

Di Eropa, harga spot gas di hub TTF meningkat hampir 70 persen secara tahunan (year-on-year) dari Maret hingga Oktober. Harga LNG spot di Asia naik hampir 80 persen secara tahunan dalam periode yang sama.

(Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
3 Klub Pegadaian Championship yang Berpotensi Mengejutkan di I League Cup 2026/2027
• 3 jam lalu
0
thumb
Angela Merkel Pilih Siapa di Pemilu Jerman Kali Ini?
• 21 jam lalu
0
thumb
Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Longsor di Jatim dan Bali
• 11 jam lalu
0
thumb
Herri Pras Minta Adi Paryanto Bertobat, Tak Terima Video Dipotong hingga Dibuat Parodi
• 22 jam lalu
0
thumb
Kapasitas Data Center Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI RI
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.