Peristiwa perampokan disertai penculikan yang menimpa Komariyah (45), warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya bagi warga sekitar.
Sebelum kasus ini terungkap, sejumlah tetangga sempat mendengar teriakan dan melihat orang-orang mencurigakan mengangkat sebuah bungkusan pada Senin (2/11).
Salah seorang warga setempat, Maemun (44), mengaku terpukul atas musibah yang menimpa tetangganya tersebut. Ia tak menyangka rumah yang selama ini dikenal tenang menjadi lokasi kejahatan.
Dari perbincangan antarwarga setelah kejadian, terungkap sejumlah kesaksian. Ada warga yang mengaku mendengar teriakan perempuan dari arah rumah korban. Warga lainnya sempat melihat beberapa orang mengangkat benda terbungkus dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Awalnya dikira barang-barang atau berkas milik suaminya. Tidak ada yang menyangka kalau ternyata terjadi peristiwa seperti ini," ungkap Maemun, Selasa (3/11).
Menurut Maemun, aksi kejahatan tersebut diduga terjadi saat Komariyah sedang sendirian di rumah. Suaminya telah berangkat kerja, sedangkan anak-anaknya pergi ke sekolah.
Kondisi tersebut membuat warga menduga pelaku telah memantau situasi dan mengetahui waktu korban berada di rumah seorang diri.
"Saya benar-benar kaget mendengar kabar seperti ini. Tegel temen (tega sekali). Kalau memang sudah direncanakan, berarti pelaku mungkin sudah mengetahui kondisi rumah dan kapan korban sendirian," tuturnya dengan nada prihatin.
Maemun mengatakan pelaku bukanlah orang jauh. Dia masih tetangga dengan korban.
"Enggak tahu motifnya apa, itu pelakunya tetangga sendiri, rumahnya di belakang rumah korban, memang pelaku orangnya tidak banyak omong. Tapi Hj Kom (korban) padahal orangnya baik. Entah kenapa bisa kejadian kayak gini. Tega banget," tutur Maemun.
Rumah Terkunci hingga Ditemukan Bercak DarahSebelum kejadian, suami korban, Dudung Badrun, menyebut istrinya terakhir kali terlihat di teras rumah pada Senin (2/11) pagi.
Saat itu, Komariyah sedang bersiap menunggu temannya yang berencana mengajaknya berbelanja ke Cirebon.
Kecurigaan muncul ketika anak bungsunya pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB. Pintu rumah terkunci rapat dan tirainya tertutup. Kondisi tersebut tidak biasa karena biasanya rumah dibiarkan terbuka.
Keluarga yang panik kemudian memutuskan mendobrak pintu rumah. Mereka terkejut saat mendapati isi rumah berantakan, lemari terbongkar, dan bercak darah di lantai.
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah harta benda keluarga dilaporkan hilang. Barang-barang yang raib meliputi uang tunai senilai ratusan juta rupiah, perhiasan emas seberat sekitar setengah kilogram, serta satu unit mobil Mitsubishi Xpander putih.
Mobil Xpander Ditemukan Terbakar, Ada Jenazah di DalamnyaMisteri kasus ini mulai terungkap pada Selasa (3/11) pagi. Sebuah mobil Mitsubishi Xpander putih ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di wilayah Cijati, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Di dalam mobil tersebut ditemukan jenazah perempuan yang juga hangus terbakar.
Dudung meyakini mobil yang terbakar itu merupakan kendaraan miliknya dan jenazah di dalamnya adalah istrinya. Meski demikian, keluarga masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian mengenai identitas jenazah tersebut.
"Iya betul, mobil yang terbakar di Cikawung itu mobil kami, berikut juga korban yang ditemukan di situ. Namun dari polisi belum memberikan informasi resmi kepada kami, tapi harapan kami semoga Hj Komariah selamat," ucap Dudung.
Penyelidikan PolisiHingga kini, polisi masih menyelidiki kasus perampokan dan penculikan tersebut. Dua orang terduga pelaku telah diamankan di Polres Indramayu. Polisi masih mendalami motif kejahatan serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, membenarkan adanya peristiwa perampokan yang disertai penculikan tersebut.
Pihak kepolisian memastikan kasus ini masih ditangani untuk mengungkap seluruh fakta di balik kejadian tersebut.
Sementara itu, garis polisi telah dipasang di sekeliling rumah korban. Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (3/11) menunjukkan warga masih berdatangan dan memadati area sekitar rumah untuk mengetahui perkembangan kasus yang menggemparkan desa mereka.






Komentar (0)