jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku belum mengetahui apakah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut disadap.
Hal itu dikatakan Yusril saat konferensi pers terkait “Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri Terkait Isu Penyadapan Presiden Prabowo”, di Trinity Tower, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/11).
BACA JUGA: LOGIS 08 Dukung Prabowo Bersihkan Institusi Negara dari Penyalahgunaan Wewenang
Menurut dia, sejauh ini yang baru diketahui disadap adalah Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah menteri.
“Wallahu a'lam bish-shawab. Apa namanya, yang baru saya dengar adalah bahwa Presiden dan sejumlah menteri dan sejumlah politisi,” ujar Yusril.
BACA JUGA: 2 Tahun Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ada Upaya Menghapus Jejak Digital, Alamak!
“Jadi, saya belum tahu apakah Pak Wakil Presiden juga ikut disadap atau tidak,” lanjutnya.
Penyadapan sudah dilakukan kurang lebih selama satu tahun sejak 2025 atau beberapa bulan setelah Prabowo dilantik.
BACA JUGA: 3 Polisi Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ada LSP dan ASN
“Mulai bulan Januari sampai sekarang proses penyadapan itu masih berlangsung sampai dilakukan ada pelaporan dan kemudian dilakukan penyelidikan dan penyidikan ini,” kata Yusril.
Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka kasus penyadapan tanpa prosedural atau illegal tapping dan penghapusan data elektronik serta illegal access.
Ketiga orang itu merupakan polisi aktif yang juga merupakan perwira tinggi Polri.
"Berdasarkan hasil sidik sesuai scientific investigation, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, LSP, ASN, dan EH," ujar Kabareskrim Komjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11). (dit/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Kumpulkan Peserta Program Pemimpin Masa Depan untuk Posisi di BUMN
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)