Jakarta: Kondisi infrastruktur pengendali banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, khususnya kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, menunjukkan urgensi mitigasi yang mendesak. Hal ini lantaran minimnya proteksi fisik dan jarak pemukiman yang amat dekat dengan bibir sungai.
“Iya ini kalau hujan deras, sampai sini ke jalan kena pengendara juga enggak bakal bisa lewat,” ujar seorang pengemudi ojek online, Bachrul, di Jalan Jatinegara Barat Raya, Jakarta Timur, Selasa, 3 November 2026.
Baca Juga :
Hujan Bisa Dipantau Secara Real Time, Ini Cara Cek Radar BMKGBerdasarkan pantauan Metrotvnews.com pada Selasa, 3 November 2026, pukul 17.00 WIB di ruas Jalan Jatinegara Barat Raya, Bali Master, kawasan yang berdekatan langsung dengan jalur mobilisasi warga ini kerap terendam air bila hujan deras atau mendapat kiriman air dari Bogor. Namun, struktur pengaman di lokasi mayoritas hanya berupa tembok semen biasa tanpa tanggul kokoh.
Kondisi semakin rawan terlihat di area jembatan merah kawasan tersebut. Di titik ini tidak tampak adanya tanggul memadai untuk menghalau potensi luapan air ke badan jalan.
“Iya ini ini doang gak ada pengaman, tembok ini juga strukturnya bolong-bolong gini kan,” ungkap warga sekitar, Ismail.
Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Kondisi paling krusial terpantau di kawasan Manggarai Selatan I. Di lokasi tersebut, tebing kali dan tempat tinggal warga tampak berada pada posisi sejajar hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai tanpa pembatas aman yang layak, sehingga sangat membahayakan keselamatan warga saat debit air meningkat.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)





Komentar (0)