Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang balita berinisial SF (20 bulan) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi perhatian publik.
Diketahui, kepolisian telah menetapkan sang ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (20) sebagai tersangka kasus pembunuhan itu.
Seorang saksi mata bernama Lutfi (49) mengisahkan detik-detik tragis sang balita yang tewas di tangan kedua orang tuanya tersebut.
Lutfi bercerita peristiwa tragis itu terjadi di sebuah WC umum kawasan Pasar Kebayoran Lama pada Sabtu (31/10/2026) malam.
- Polsek Kebayoran Lama
Ia mengaku malam itu dirinya ingin berniat mandi sekedar menyejukkan tubuhnya usai dihantam terik matahari pada siang hari.
Dirinya pun bergegas menuju dua WC umum yang menjadi tempat mandi, cuci, kakus (MCK) para warga yang beraktivitas di Pasar Kebayoran Lama itu.
"Tumben-tumbenan saya itu lagi ingin banget mandi itu malam. Nah, kita kan mandi di kamar WC umum ini. WC kan ada dua kamar buat mandi. Saya ngelewatin kamar satu ini ternyata posisi ketutup. Nah, yang sebelahnya itu kosong, enggak ada isinya. Pas saya mau masuk, saya mendengar suara anak kecil, kayak orang rintih, nangis. Tapi kok sekilas diam, entar nangis lagi, saya curiga," kata Lutfi kepada awak media, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Kecurigaan akan suara tangis rintih anak kecil yang didengar membuat Lutfi mengurungkan niat untuk membasuh diri dengan air segar.
Lutfi pun beranjak duduk di bangku yang berada tepat di antara dua WC umum tersebut.
Berkisar beberapa waktu kemudian, Lutfi mendapati tersangka ayah tiri dan korban keluar dari WC umum yang sebelumnya terkunci rapat dari dalam.
"Kisaran seperempat jam lah saya nunggu, buka tuh pintu anak kecil dan orang dewasa. Anaknya dituntun-tuntun tangannya ini sebelah kanan. Sama sembari dia megang baju anak kecil. Posisi anak kecil itu enggak pakai pakaian, sudah telanjang, sudah basah semuanya. Dan juga bibirnya sudah pada pucat, sudah pada putih," kata Lutfi.
Lutfi mengaku dirinya sempat menegur pria yang belakangan diketahui merupakan pelaku sekaligus ayah tiri dari korban.





Komentar (0)