Usut Dugaan Korupsi, Polda Sulbar Geledah Kantor Bupati Polman

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Barat menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Bupati Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Penggeledahan tersebut dilakukan guna mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi penyaluran anggaran insentif bagi imam, pendeta, dan rohaniawan tahun anggaran 2023.

Anggaran insentif keagamaan tersebut melekat pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemkab Polman dengan nilai pagu mencapai Rp4,2 miliar.

Dalam penggeledahan itu, belasan personel penyidik menyisir dua ruangan utama, yakni Ruang Kerja Bagian Kesra serta Ruang Kerja Bidang Verifikasi Bendahara Bagian Umum Pemkab Polman. Petugas memeriksa sejumlah lemari arsip dan laci meja tempat penyimpanan dokumen keuangan.

Hasilnya, penyidik menyita sejumlah berkas krusial terkait alur pencairan dana yang langsung dikemas ke dalam kantong plastik khusus barang bukti.
 

Baca Juga :

Kuasa Hukum Gus Alex Persoalkan Hitungan Kerugian Negara Rp600 Miliar dalam Kasus Kuota Haji


Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulbar Kombes Pol Abdul Azis mengungkapkan, penggeledahan ini difokuskan untuk melengkapi alat bukti administrasi yang sebelumnya belum diserahkan oleh pihak Pemkab Polman.

"Penggeledahan ini terkait dugaan tindak pidana pencairan uang kerohaniawanan dalam rangka mencari beberapa dokumen yang selama ini belum kami dapatkan. Alhamdulillah, beberapa dokumen yang ada kaitannya dengan perkara sudah didapatkan, seperti SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) dan SPM (Surat Perintah Membayar)," ujar Kombes Pol Abdul Azis.

Hingga saat ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulbar telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi untuk dimintai keterangan. Saksi-saksi tersebut terdiri dari mantan pejabat Pemkab Polman yang telah purnatugas hingga jajaran pejabat aktif.

Guna memastikan besaran nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan, penyidik kepolisian terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penanganan perkara ini dipastikan terus bergulir hingga penetapan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Awan Cumulonimbus Tumbuh di 12 Provinsi, Ini Sebaran Wilayah Hujan 3 November
• 20 jam lalu
0
thumb
Rekam Jejak Jenderal Listyo Sigit, dari Kapolri Terlama Jadi Tersangka Penyadapan Presiden
• 5 jam lalu
0
thumb
Bukan Sekadar Merawat Sejarah, PSM Menyiapkan Masa Depan
• 14 jam lalu
0
thumb
Kata-kata Mertua yang Bikin Dwi Bagus Nangis Bersimpuh ke Istri Sah
• 2 jam lalu
0
thumb
Gas, Kabel Laut, dan Risiko Mempersenjatai Ketergantungan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.