Inovasi Pangan Vokasi UM, Sulap Ampas Kedelai Jadi Pie Brownies Bernutrisi Tinggi

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Malang (beritajatim.com) – Tim peneliti dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM), berhasil mengubah okara menjadi inovasi camilan kekinian bernilai gizi tinggi bernama PIEKARA. ​Produk pangan ini merupakan perpaduan antara pie dan brownies yang memanfaatkan tepung okara sebagai bahan dasarnya.

Penciptaan PIEKARA sendiri menjadi bagian dari program penelitian internal Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2026. ​Proyek riset terapan ini diketuai oleh Dosen Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi UM, Chintya Paramita Puspita, S.Pd., M.Pd., M.M.

Dalam mengembangkan produk tersebut, Chintya menggandeng dua akademisi lainnya sebagai anggota peneliti, yakni Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. dan Rais Amin, S.Pd., M.Pd., M.T. Rset ini turut melibatkan partisipasi aktif dua mahasiswa vokasi, yaitu Salsa Sazkia Zein dan Mutia Aulia.

​Chintya menjelaskan bahwa lahirnya ide pembuatan PIEKARA bermula dari keprihatinan para peneliti terhadap minimnya asupan serat pada pola konsumsi masyarakat, serta urgensi untuk memaksimalkan hasil samping pengolahan pangan. Okara, yang merupakan sisa dari proses pembuatan tahu maupun susu kedelai, rupanya masih menyimpan komponen gizi makro yang sangat layak dikonversi menjadi bahan baku makanan.

“​Melalui proses inovasi tata boga, tim mengubah ampas kedelai tersebut menjadi tepung halus yang kemudian diaplikasikan ke dalam adonan pie brownies. Hasilnya, PIEKARA mampu menawarkan sensasi tekstur kulit pie yang renyah di luar, berpadu sempurna dengan isian brownies cokelat yang lembut dan legit di bagian dalam,” ujar Chintya pada Selasa (3/11/2026) soal acara pengabdian yang berlangsung pada 12 Oktober 2026 lalu.

Kedelai jadi pie brownies bernutrisi tinggi oleh tim vokasi dari UM. (Foto: Istimewa)

​Dalam prosesnya, penciptaan produk ini melewati serangkaian tahapan pengujian yang ketat, mulai dari penyusunan formulasi resep, pengolahan prototipe, hingga uji kelayakan mutu. Tim meracik formulasi substitusi tepung okara dalam tiga proporsi berbeda, yakni 25 persen, 50 persen, dan 75 persen guna mengukur sejauh mana bahan tersebut memengaruhi karakteristik akhir produk.

“Uji organoleptik pun dilakukan secara komprehensif mencakup parameter warna, rasa, tekstur, dan aroma untuk memastikan penerimaan di lidah konsumen.​Berdasarkan hasil uji laboratorium independen, PIEKARA terbukti tidak sekadar lezat, tetapi juga kaya akan kandungan protein dan serat,” ungkap Chintya soal kandungan gizi.

Fakta gizi ini menjadikan inovasi Fakultas Vokasi UM sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada pilar SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya penekanan limbah, SDG 9 terkait pembaruan Industri dan Inovasi, serta SDG 3 yang berfokus pada Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Chintya juga menjelaskan bahwa pemanfaatan ampas kedelai dalam pembuatan PIEKARA bukan sekadar eksperimen kuliner biasa. Pemanfaatan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan makanan bergizi yang berwawasan lingkungan keberlanjutan.

​”Kami ingin menunjukkan bahwa hasil samping pengolahan pangan seperti okara masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai tambah di masyarakat,” ujar Chintya dalam keterangannya.

​Ia berharap produk ini bisa mengubah paradigma pasar terhadap pemanfaatan bahan sisa pangan. ​Lebih jauh, pengembangan proyek ini merupakan wujud nyata integrasi pendidikan vokasional dengan praktik riset di lapangan.

“Melalui PIEKARA, kami berharap dapat menghadirkan inovasi camilan yang tidak hanya menarik dari segi rasa dan tampilan visualnya, tetapi juga memiliki nilai gizi yang tinggi serta mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal secara lebih bertanggung jawab,” kata Chintya menutup keterangan. (dan/ian)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Perlu ke Samsat, Polres Rohil Hadirkan BPKB Delivery Permudah Warga
• 13 jam lalu
0
thumb
Pencarian 2 Korban Longsor di Pelaga Eco Park Bali Terkendala Akses Alat Berat
• 11 jam lalu
0
thumb
DPRD Makassar Usulkan Penggantian Perda Pengawasan Minol
• 5 jam lalu
0
thumb
PT PYFA catatkan pendapatan tumbuh 17,2 persen pada kuartal III
• 56 menit lalu
0
thumb
Capai 58 Juta Penerima Manfaat, Program Makan Bergizi Gratis Serap 1 Juta Tenaga Kerja
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.