Viktor Laiskodat Dorong Pendidikan Vokasi Berbasis Potensi NTT

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kupang: Kekayaan sumber daya alam Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu diikuti kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengolahnya menjadi kekuatan ekonomi. Pendidikan vokasi, penguasaan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan dinilai menjadi jalan penting untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi generasi muda.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem daerah pemilihan NTT II, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam kegiatan reses bersama masyarakat di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa, 3 November 2026. Viktor menilai, sistem pendidikan perlu lebih dekat dengan potensi ekonomi daerah. 

Menurut Viktor, NTT memiliki peluang besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pengolahan pangan, dan pariwisata. Namun, peluang tersebut membutuhkan tenaga kerja terampil yang memiliki pengetahuan sesuai kebutuhan industri.

Ia mencontohkan perlunya pendidikan dan pelatihan khusus untuk pengembangan komoditas garam, rumput laut, serta budidaya ikan bernilai ekonomi tinggi seperti kerapu.
 

Baca Juga :

Viktor Laiskodat Gagas Kampung Membaca dan Biayai Buku Anak Kupang

“Anak-anak kita harus dididik sesuai dengan kekayaan daerahnya. Kita perlu sekolah tentang garam, rumput laut, budidaya ikan, pertanian, peternakan, sampai pariwisata. Jangan sampai daerah kita kaya sumber daya alam, tetapi tenaga terampilnya justru didatangkan dari luar,” kata Viktor melalui keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.

Menurut Viktor, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan tenaga profesional. Sehingga, dapat langsung bekerja maupun mengembangkan usaha sendiri.

Viktor juga menyinggung pengembangan laboratorium pembibitan rumput laut di Rote. Fasilitas tersebut, menurut dia, dapat menjadi bagian dari penguatan kapasitas masyarakat dalam menghasilkan bibit berkualitas dan menerapkan teknik budidaya yang baik tanpa merusak lingkungan.

Selain itu, hilirisasi produk pertanian dan perikanan perlu diperkuat agar komoditas lokal memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan. Dorong Perubahan Orientasi Pekerjaan Dalam kesempatan tersebut, Viktor mengajak masyarakat mengubah pola pikir yang terlalu berorientasi pada pekerjaan sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai, pekerjaan di sektor pemerintahan bukan satu-satunya jalan untuk memperoleh penghidupan yang layak. Generasi muda juga perlu didorong membangun usaha produktif sesuai potensi daerah.

Viktor mencontohkan usaha peternakan babi, budidaya ikan, pertanian hortikultura, serta pengembangan komoditas perkebunan sebagai bidang yang memiliki peluang ekonomi.

Menurut dia, anak muda perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengubah keterampilan menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan.

“Kita harus mulai mendidik anak-anak agar berani membangun usaha. Jangan sampai sejak kecil mereka hanya berpikir bahwa keberhasilan itu berarti harus menjadi pegawai negeri. Mereka juga harus punya keberanian menjadi pengusaha, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan potensi daerahnya,” ungkap Viktor.

Ia menambahkan, pelatihan kewirausahaan sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan pemberian materi. Peserta harus mendapatkan pendampingan dan dukungan untuk memulai usaha sesuai bidang yang diminati. Bahasa asing sebagai modal menghadapi investasi
Anggota DPR dari Fraksi NasDem Viktor Laiskodat. Foto: Istimewa.

Viktor juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi perkembangan investasi dan pariwisata di NTT.

Ia menyebutkan sejumlah kawasan yang memiliki prospek pengembangan ekonomi, antara lain Labuan Bajo, Rote, Alor, Pantar, Lembata, dan Solor.

Menurut dia, kawasan-kawasan tersebut membutuhkan generasi muda yang memiliki keterampilan profesional, kemampuan berkomunikasi, dan kedisiplinan untuk mengisi berbagai peluang pekerjaan.

“Anak-anak muda Kupang harus dipersiapkan agar mampu mengambil peran dalam proyek-proyek pembangunan dan investasi yang akan berkembang. Mereka harus punya kemampuan, disiplin, dan keberanian untuk menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing,” katanya.

Viktor berharap pendidikan formal, pendidikan vokasi, dan pelatihan kewirausahaan dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, generasi muda NTT memiliki pilihan masa depan yang lebih luas, tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

“NTT memiliki banyak potensi. Tugas kita menyiapkan manusianya agar mampu mengelola kekayaan itu. Kalau sumber daya manusianya kuat, masyarakat lokal akan menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerahnya sendiri,” ujar Viktor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aset Kripto Senilai Rp108,72 Triliun Dicuri, FBI: Korea Utara Harus Bertanggung Jawab
• 20 jam lalu
0
thumb
PDIP Puji Keberanian Internal Polri Bongkar Penyadapan Prabowo
• 6 jam lalu
0
thumb
Yusril Tegaskan Identitas Pelapor Kasus Penyadapan Presiden Dilindungi UU
• 5 jam lalu
0
thumb
Hadapi Tantangan Pendidikan Tinggi, BINUS Dorong Kolaborasi di QS Higher Ed Summit 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Viral Komplain Makanan Basi dan Tak Higienis via Online Food, Pembeli Malah Disindir Admin Toko: Semoga Anda Dapat Hidayah
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.