Merayakan Kebahagiaan di Usia 82 Tahun Guntur Soekarnoputra

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Guntur Soekarnoputra atau yang akrab disapa Mas Tok selain merayakan hari ulang tahunnya bersama keluarga dan kerabat terdekat. Pada hari ulang tahunnya yang ke-82, Selasa (3/11/2026), putra sulung Presiden RI Sukarno itu menggelar perayaan sederhana yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Alunan musik rock, pop, country, hingga blues memenuhi sebuah rumah makan di bilangan Jakarta Selatan. Para tamu menikmati hidangan sembari mendengarkan lagu-lagu yang mengalun. Namun, bukan sekadar musik yang membuat suasana terasa istimewa. Lagu-lagu itu dibawakan oleh orang-orang terdekat Mas Tok.

Hadir dalam perayaan tersebut, sang istri, Henny Guntur Soekarno, beserta anak dan cucu. Sejumlah kerabat dan sahabat juga datang, di antaranya Chappy Hakim, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, serta sejumlah tokoh PDI-P, seperti Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat, Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, dan Eriko Sotarduga.

Baca Juga56 Tahun Guntur Soekarnoputra-Heni Mengarungi Biduk Rumah Tangga dan Kejutan dari Cucu

Satu per satu tamu turut menyumbangkan suara. Chappy Hakim, misalnya, ikut memberikan kado istimewa melalui suara emasnya. Suasana semakin meriah ketika adik Mas Tok, Megawati Soekarnoputri, mengambil giliran menyanyi.

Megawati membawakan dua lagu yang memiliki tempat tersendiri di hati banyak orang. Lagu pertama adalah "Cinta Hampa" dari grup musik legendaris D'Lloyd. Lagu kedua, "My Way", yang dipopulerkan Frank Sinatra.

Baca JugaGuntur Soekarno dan Lagu Kesayangan Bung Karno

Sebelum melantunkan lagu kedua, Megawati sempat menyinggung perjalanan keluarga Bung Karno yang penuh dinamika. "Jadi, hidup keluarga Bung Karno naik turun. Jadi, ini adalah kenangan," ujar Megawati.

Kebahagiaan tak ternilai

Kehangatan perayaan itu tidak hanya terasa di atas panggung. Para tamu tampak menikmati kesempatan untuk berkumpul. Mereka saling menghampiri meja, bersalaman, dan menanyakan kabar. Di sela-sela obrolan ringan, sesekali terselip diskusi mengenai berbagai persoalan dan isu aktual di Tanah Air.

Perayaan kemudian diselingi dengan pemotongan tumpeng. Potongan pertama sebenarnya hendak diberikan Mas Tok kepada Megawati, yang disebutnya sebagai adik tercinta. Namun, Megawati justru meminta agar potongan tersebut diberikan kepada tamu yang paling senior.

Baca JugaGuntur: Ajaran Bung Karno, Tiga Syarat Jadi Pemimpin

Pilihan itu jatuh kepada Sidarto Danusubroto, mantan ajudan Presiden Soekarno. "Yang paling tua, Pak Darto. Ajudan terakhir dari Bung Karno. Kalau sekarang, Pak Darto itu ajudan pertama dari saya," kelakar Mas Tok. Ucapan itu disambut tepuk tangan dan tawa para tamu.

Mas Tok kemudian menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan kerabat yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kebahagiaan serupa juga dirasakan cucunya, Syahandra Kameron. Baginya, ulang tahun sang kakek menjadi istimewa karena banyak keluarga dan kerabat datang, makan bersama, dan berkumpul.

Baca JugaHUT Guntur Soekarnoputra, Megawati Bernyanyi hingga Kisah ”Menyelundupkan” Bendera Pusaka

Kesan mendalam juga disampaikan Ganjar Pranowo. Ia mengungkapkan, Mas Tok beberapa kali menelepon dan mengingatkannya mengenai perayaan ulang tahun tersebut.

"Setiap telepon beliau tidak pernah hanya say hai, tetapi selalu bercerita, mengajak diskusi, dan sesekali bertanya pendapat tentang persoalan mutakhir atau ide yang beliau pikirkan," kata Ganjar.

Bagi Ganjar, Mas Tok merupakan senior di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang tidak pernah berhenti memikirkan kondisi bangsa. Mulai dari geopolitik, dunia intelijen, pemerintahan, hingga nasib rakyat. Pemikiran itu, menurut Ganjar, tidak lepas dari perjalanan sejarah Indonesia yang dialami Mas Tok bersama ayah dan keluarganya.

Namun, di tengah berbagai obrolan serius mengenai bangsa dan negara, ada satu hal yang tidak pernah ditinggalkan Mas Tok, musik. Setiap kali berbincang, ia kerap mengajak Ganjar menyanyikan lagu "Suket Teki" karya Didi Kempot.

"Saya tidak tahu kenapa lagu itu begitu berkesan. Sehat selalu, Mas Tok. Kami menunggu buku yang sedang disiapkan," ujar Ganjar.

Baca JugaGanjar, Guntur, dan Lagu ”Suket Teki”

Pada usia ke-82, perayaan ulang tahun Mas Tok bukan sekadar penanda bertambahnya usia. Pertemuan keluarga, nyanyian dari orang-orang terdekat, serta obrolan bersama sahabat menjadi bagian dari kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan kemeriahan sebuah pesta.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
12 UMKM Ikuti Trade Expo Indonesia, Potensi Ekspor Capai 8,32 Juta AS
• 23 jam lalu
0
thumb
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo
• 18 jam lalu
0
thumb
Wolff Ungkap Alasan George Russell Absen Wawancara Usai GP Meksiko
• 23 jam lalu
0
thumb
Dari Kehilangan Jadi Kekuatan: Film Pasukan 1000 Janda Angkat Ketangguhan Perempuan Aceh
• 14 jam lalu
0
thumb
RUU Perampasan Aset, Jamdatun Soroti Kans Ada Badan Baru: Harus Dijabat Jaksa Agung
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.