RMKO Raup Laba Rp48,6 Miliar pada Kuartal III-2026

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berhasil membalikkan kinerja keuangan pada sembilan bulan pertama 2026 (9M 2026).

RMKO Raup Laba Rp48,6 Miliar pada Kuartal III-2026. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berhasil membalikkan kinerja keuangan pada sembilan bulan pertama 2026 (9M 2026). Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp51,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip keterbukaan informasi Perseroan, perbaikan kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan usaha, peningkatan volume operasional, serta progres pengerjaan proyek konstruksi. Secara khusus, RMKO mencatatkan laba bersih sebesar Rp48,6 miliar pada kuartal III-2026, meningkat signifikan 1.034 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Baca Juga:
Rights Issue I Tuntas, RMKO Himpun Dana Rp114,3 Miliar

Sejalan dengan itu, EBITDA pada kuartal III-2026 mencapai Rp74,8 miliar, tumbuh 225,6 persen YoY dengan margin sebesar 45,6 persen. Secara kumulatif, EBITDA selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat Rp59,4 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp9,3 miliar pada 9M 2025.

Dari sisi pendapatan, RMKO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp164,1 miliar pada 3Q 2026, tumbuh 32,8 persen YoY. Sementara itu, secara kumulatif pendapatan usaha mencapai Rp345,3 miliar, meningkat 57,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Pendapatan RMKO Tumbuh 89,1 Persen di Semester I-2026, Ditopang Lonjakan Volume Muatan Kereta Api

Seluruh segmen bisnis mencatatkan pertumbuhan sepanjang 9M 2026. Segmen konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp143,7 miliar, meningkat 130,9 persen YoY dan menyumbang 41,6 persen terhadap total pendapatan.

Pertumbuhan segmen konstruksi didorong progres pembangunan fasilitas pendukung grup di Sumatera Selatan. Selanjutnya, segmen jasa rental mencatatkan pendapatan Rp98,8 miliar, meningkat 50,1 persen YoY dengan kontribusi sebesar 28,6 persen terhadap total pendapatan.

Adapun segmen jasa pertambangan membukukan pendapatan Rp102,8 miliar, tumbuh 12,5 persen YoY dan berkontribusi sebesar 29,8 persen terhadap total pendapatan. Peningkatan pada segmen ini ditopang pertumbuhan volume aktivitas hauling.

Dari sisi operasional, volume hauling RMKO pada 3Q 2026 mencapai 578,7 ribu ton, meningkat 138,5 persen YoY. Secara kumulatif, volume hauling selama 9M 2026 mencapai 1,1 juta ton atau tumbuh 122,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, volume train loading pada kuartal III-2026 tercatat sebesar 994,8 ribu ton, meningkat 77,9 persen YoY. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, volume train loading mencapai 2,3 juta ton, tumbuh 155,9 persen YoY.

Direktur Operasional RMKO Daniel Yosa mengatakan, salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan kinerja perseroan adalah bertambahnya jumlah tambang pihak ketiga yang menjadi mitra perusahaan.

"Kami akan terus mendukung implementasi investasi grup pada hauling road ini, dengan menambah konektivitas ke tambang-tambang potensial dan meningkatkan kekuatan jalan dengan chip seal untuk mendukung fase pertumbuhan volume berikutnya," jelas Daniel dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Dari sisi keuangan, kondisi neraca RMKO juga menunjukkan perbaikan. Per kuartal III-2026, total aset perseroan meningkat 10,6 persen menjadi Rp616,2 miliar dibandingkan posisi akhir 2025.

Pada periode yang sama, total liabilitas turun 14,2 persen menjadi Rp325,1 miliar. Penurunan juga tercermin pada total utang finansial yang menyusut 40,6 persen, dari Rp95,5 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp56,7 miliar.

Utang finansial tersebut terdiri atas utang jangka pendek sebesar Rp35,6 miliar atau 62,8 persen dan utang jangka panjang sebesar Rp21,1 miliar atau 37,2 persen.

Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat 63,4 persen menjadi Rp291,1 miliar. Perbaikan struktur permodalan tersebut tercermin dari debt-to-equity ratio (DER) yang turun dari 0,54 kali menjadi 0,19 kali, jauh di bawah batas covenant kredit maksimum sebesar 2,5 kali.

Penguatan ekuitas tersebut turut didukung penyelesaian Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue pada 21 Juli 2026.

Melalui aksi korporasi tersebut, RMKO menghimpun dana sebesar Rp114,3 miliar dengan menerbitkan 326.712.095 saham pada harga Rp350 per saham. Pemegang saham utama, PT RMK Investama, melaksanakan seluruh haknya senilai Rp108 miliar, sedangkan partisipasi publik mencapai Rp6,3 miliar.

Dana hasil rights issue tersebut digunakan untuk memperkuat likuiditas guna mendukung kegiatan operasional perseroan.

Direktur Keuangan RMKO, Elbert, menambahkan bahwa layanan terintegrasi dari hulu ke hilir memungkinkan perseroan memperoleh sumber pendapatan secara berurutan dari volume batu bara yang sama.

Dia juga menjelaskan, volume dari tambang pihak ketiga yang perjanjiannya berada di bawah RMKE dicatat sebagai pendapatan berelasi, meskipun volume dasarnya tetap berasal dari tambang pihak ketiga.

"Kami berharap pertumbuhan berlanjut seiring perluasan tambang yang dilayani, dengan dukungan kejelasan RKAB dan kebijakan ekspor," ujar Elbert.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Angkasa Pura Pindahkan 82,1 Miliar Saham GMFI ke InJourney, Nilainya Rp5,66 Triliun
• 11 jam lalu
0
thumb
Cheria Holiday Diundang China Dream dan China Airlines, Jelajahi Destinasi Jalur Sutra
• 6 jam lalu
0
thumb
Dicopot Sebagai Sekjen karena Dianggap tidak Aktif, Taj Yasin Berharap PPP tak Retak
• 15 jam lalu
0
thumb
Mutasi Polri, Kombes Imran Amir Jabat Kapolrestabes Bandung Gantikan Dedi Supriyadi
• 10 jam lalu
0
thumb
KPK periksa direksi Summarecon soal SDM perusahaan dan anak usaha
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.