Menteri ESDM: Pemerintah Siapkan Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah di Sumatra

narasi.tv
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di sejumlah wilayah Sumatra. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional hingga mencapai 60 hari.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan fasilitas tersebut akan digunakan untuk menampung minyak mentah yang diimpor Indonesia sehingga dapat mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia.

"Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," kata Bahlil seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (03/11/2026).

Pembangunan Storage Minyak Mentah

Bahlil menyebut studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut telah rampung. Pemerintah selanjutnya akan melakukan pemeriksaan lokasi pada akhir 2026.

Pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak mentah agar mendekati standar minimum dunia, yakni cadangan untuk kebutuhan selama 90 hari.

"Storage-nya kita akan berusaha untuk mencapai target standar minimum dunia. Standar minimum dunia itu kan di tiga bulan, 90 hari. Jadi kita akan mendekati ke sana. Minimal kalau tidak sama, minimal mendekati ke sana," ujar Bahlil.

Pemerintah juga akan membangun beberapa fasilitas penyimpanan minyak mentah di wilayah Sumatra. Kapasitas penyimpanan tersebut ditargetkan mampu menampung pasokan minyak impor untuk kebutuhan lebih dari 20 hari, dengan target jangka panjang mencapai 60 hari.

Dia menegaskan aspek keselamatan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi pembangunan tersebut, termasuk potensi risiko gempa bumi dan kondisi keamanan wilayah setempat.

"Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan," katanya.

Pemerintah Siapkan Bahan Bakar E20 hingga E50

Selain membahas fasilitas penyimpanan minyak mentah, Bahlil juga menyampaikan rencana pemerintah dalam menyiapkan implementasi bahan bakar campuran etanol hingga 50 persen atau E50.

"Presiden menanyakan kesiapan tentang implementasi daripada E20 dalam rangka mendorong ketahanan energi kita. E20 sampai E50 dan kami sudah menyiapkan renstra saya dengan Pak Mentan," jelas dia.

Penyiapan kebijakan tersebut membutuhkan kerja sama antara Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian, terutama terkait ketersediaan bahan baku dari sektor hulu.

Sinergi kedua kementerian dinilai diperlukan untuk mendukung pengembangan bahan bakar berbasis etanol tersebut.

Di sisi lain, Bahlil memastikan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan biodiesel B50.

Dia menjelaskan pengembangan bahan bakar nabati menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor energi.

"Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tahu ujungnya ke mana," ujar Bahlil.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
I.League Cup: Jelang Hadapi PSGC Ciamis, Pieter Huistra Ingatkan PSS Waspadai 2 Pemain Ini
• 2 jam lalu
0
thumb
Doa agar Hujan Berhenti dan Tidak Mengganggu Aktivitas
• 19 jam lalu
0
thumb
Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini
• 2 jam lalu
0
thumb
Hujan Bisa Dipantau Secara Real Time, Ini Cara Cek Radar BMKG
• 9 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa: Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Malam Diguyur Hujan Ringan
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.