Pemerintah Mau Bangun Tangki Minyak Baru Demi Cadangan Naik ke 60 Hari

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan kepada awak media usai menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (29/10/2026), sore ini. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas tangki penyimpanan (storage) minyak mentah (crude) di wilayah Sumatra.

Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan fasilitas itu ditujukan untuk meningkatkan cadangan minyak nasional hingga 60 hari, dari kemampuan penyimpanan cadangan minyak nasional saat ini hanya sekitar 20 hari.

"Di samping itu kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada di tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai 60 hari," kata Bahlil saat ditemui wartawan usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11/2026).


Bahlil menjelaskan, studi kelayakan atau engineering feasibility study (EFS) untuk rencana pembangunan fasilitas itu telah selesai. Rencananya, pemerintah akan mulai melakukan pengecekan lokasi pada akhir 2026.

"Akhir tahun ini akan memulai untuk kita mengecek lokasinya dari sisi keamanan, baik dalam konteks gempanya maupun keamanan lokalnya," kata Bahlil.

Lebih lanjut, hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah agar dapat mendekati standar minimum cadangan energi dunia yang mencapai 90 hari atau tiga bulan.

"Kalau tidak sama, minimal mendekati ke sana," katanya.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi salah satu pertimbangan utama. Pemerintah tak ingin pembangunan tangki penyimpanan itu justru menimbulkan risiko bencana bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, pada rapat terbatas hari ini, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait kesiapan dalam implementasi program pencampuran bahan bakar nabati dengan bensin atau bioetanol melalui E20 hingga E50. Program itu dijalankan melalui kolaborasi Kementerian ESDM dengan Kementerian Pertanian.

"E20 sampai E50 dan kami sudah menyiapkan renstra Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM," tuturnya.

Baca: Lewat DSI, Ekspor SDA RI Tak Perlu Lagi Transit di Negara Lain

(wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bahlil Ungkap Aturan Baru Amankan Stok & Impor Minyak, BBM-LPG

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Feri Amsari & Taufik Bilfaqih soal Putusan MA Picu Desakan Gibran Mundur | KOMPAS PETANG
• 23 jam lalu
0
thumb
Tekanan Pasar Keuangan Makin Kuat: Yield SBN Tembus 7,8%, Rupiah Kian Loyo
• 4 jam lalu
0
thumb
Kemenag beri bantuan pendampingan bagi pesantren yang belum terdaftar
• 11 jam lalu
0
thumb
Dicopot Sebagai Sekjen karena Dianggap tidak Aktif, Taj Yasin Berharap PPP tak Retak
• 8 jam lalu
0
thumb
DLH Lampung dan PHE OSES Perkuat Mitigasi Risiko Migas Lepas Pantai untuk Cegah Pencemaran Lingkungan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.