Obligasi Belum Disetujui, Pemprov DKI Beralih ke Pinjaman dan Dana Bagi Hasil

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut bahwa rencana penerbitan obligasi daerah belum mendapat persetujuan pemerintah pusat. Pemprov DKI pun menyiapkan alternatif pendanaan melalui pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pemanfaatan dana bagi hasil (DBH).

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Angke di segmen Permata Buana, Jakarta Barat, Selasa (3/11/2026). Dia mengatakan Pemprov DKI akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait rencana penerbitan obligasi tersebut.

"Hal yang berkaitan dengan obligasi, memang sampai hari ini belum mendapatkan persetujuan," kata Pramono.

Baca juga: Seskab: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Bukan Sekadar Rencana, tapi Kerja Nyata

Pramono mengatakan Pemprov DKI tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kepastian terkait skema pendanaan tersebut. Karena itu, Pemprov DKI bersama DPRD DKI telah menyepakati alternatif pembiayaan.

"Maka kami sudah memutuskan apa yang menjadi kesimpulan atau keputusan bersama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, pertama menggunakan DBH, yang kedua adalah pinjaman dari SMI dengan bunga yang mudah-mudahan murah sekali," ujarnya.

Pramono menegaskan perubahan skema pendanaan tersebut tidak akan memengaruhi kelanjutan pembangunan di Jakarta. Dia memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

"Tapi intinya bahwa yang paling penting pembangunan di Jakarta tidak akan mengalami perubahan," tegasnya.

Baca juga: Pramono Terima Kunjungan Menkeu di Balai Kota, Bahas LPDP hingga Obligasi

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyatakan DPRD mendukung langkah Pemprov DKI dalam mencari alternatif pendanaan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat dan pembangunan Jakarta tidak boleh terhambat persoalan skema pembiayaan.

"Prinsipnya DPRD DKI terus mendukung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, baik itu dari kita mengikuti juga pemerintah pusat, baik itu dari SMI, DBH, dan sebagainya," kata Ima.

"Karena jangan sampai apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, aspirasi masyarakat, dan pembangunan Jakarta khususnya terhenti karena satu dan lain hal," imbuhnya.

Baca juga: Pramono Pastikan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas Bank Jakarta-PAM Jaya




(bel/zap)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MRT Jakarta imbau pengguna patuhi tata tertib usai konten viral
• 10 jam lalu
0
thumb
Saksi Ungkap Pernah Diperintahkan Eks Jampidsus Febrie Minta Rp50 Miliar ke Tan Kian
• 12 jam lalu
0
thumb
Longsor Terjang Pelaga Eco Park di Badung Bali, Dua Orang Dilaporkan Hilang
• 8 jam lalu
0
thumb
Bahlil Tegaskan Ekspor Listrik Jalan Terus Selama Negara Pembeli Sepakati Harga Indonesia
• 21 jam lalu
0
thumb
Mendag Ungkap Harga Cabai Naik Imbas Cuaca, Pemerintah Kirim 7 Ton dari Jatim
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.