JAKARTA, DISWAY.ID -- Sempat berhembus kabar di tengah-tengah kalangan wartawan, terkait sejumlah perwira tinggi polri diduga diamankan sampai pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) angkat bicara.
Melansir berita Disway sebelumnya, isu yang beredar yakni dugaan sejumlah perwira tinggi polri diduga terlibat dalam pengarahan massa aksi di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Namun seliweran kabar lain juga mengaitkan pengamanan sejumlah jenderal polri dikaitkan dengan Kejagung RI.
BACA JUGA:Kejagung Geledah Kantor PT IPPS Terkait Kasus Transfer Pricing TPL, Temukan Ruangan Tersembunyi
Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna membantah dan menyebut isu dugaan pengamanan para jenderal polisi berkaitan langsung dengan Kejagung sebagai kabar tidak benar alias hoaks.
"Tidak benar dan tidak ada (kaitannya)," kata Anang saat dikonfirmasi awak media, dilansir Disway pada Selasa, 3 November 2026.
Adapun, di sisi lain Mabes Polri telah merilis pernyataan terkait isu adanya sejumlah jenderal polisi yang diduga telah diamankan terkait kasus dugaan pengarahan massa aksi di Jogja.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Isir menyebut pihaknya sedangan menelusuri kabar yang tengah beredar di kalangan wartawan ini.
"Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu," kata Isir kepada awak media hari ini.
Ia menjelaskan, sejak Jenderal Kapolri Suyudi Ario Seto ditunjuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, instrumen terkait pengamanan aksi dan penyampaian pendapat telah mengalami perubahan.
BACA JUGA:Kejagung Lelang 209 Ribu Ton Batu Bara Sitaan Kasus Samin Tan, Nilainya Rp264 Miliar!
Menurut Isir, Polri memastikan dan menjamin pelayanan penyampaian pendapat dilindungi oleh UUD 1945.
"Tentu setiap pengamanan, dalam setiap pelayanan, termasuk penyampaian di muka umum, karena sekali lagi kita ini negara demokrasi, ruang untuk berkumpul, berserikat, menyampaikan pendapat dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945," jelasnya.
Paling penting, ia menegaskan, paradigma polri kini disebut telah berubah. Anggota yang ditugaskan untuk pengamanan demonstrasi di lapangan fokus pada crowd management.
"Paradigma Polri sudah berubah, kita melakukan pelayanan dari crowd control menjadi crowd management," sambungnya.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)