Jamu dan Suplemen Makin Mudah Ditemukan, BPOM Gandeng WHO Perkuat Pengawasan Produk

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Produk obat tradisional dan suplemen kesehatan semakin mudah ditemukan di pasaran.

Jamu dan Suplemen Makin Mudah Ditemukan, BPOM Gandeng WHO Perkuat Pengawasan Produk (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Produk obat tradisional dan suplemen kesehatan semakin mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari jamu, produk berbahan alam, hingga berbagai suplemen dengan klaim manfaat kesehatan. 

Namun, semakin banyaknya produk yang beredar juga membuat pengawasan terhadap keamanan dan mutunya menjadi tantangan tersendiri.

Untuk memperkuat pengawasan tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melalui kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas petugas pengawas dari berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan bertajuk Capacity Building and Workshop on Risk-Based Sampling (RBS) for Post-Market Control of Traditional Medicines and Health Supplements itu digelar di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pengawasan obat tradisional dan suplemen kesehatan perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih terarah. Salah satunya melalui risk-based sampling atau pengambilan sampel berdasarkan tingkat risiko suatu produk.

Dengan pendekatan ini, pengambilan sampel dan pengujian tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi mempertimbangkan potensi risiko yang mungkin ditimbulkan produk terhadap masyarakat.

“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk memperkuat pengawasan obat tradisional, obat bahan alam, dan suplemen kesehatan,” ujar Taruna.

Pelatihan tersebut melibatkan petugas dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Mereka dibekali pemahaman dan kemampuan untuk menerapkan pendekatan pengawasan berbasis risiko dalam kegiatan pengawasan produk setelah memperoleh izin edar.

Upaya ini dinilai penting mengingat BPOM telah menerbitkan lebih dari 27.000 nomor izin edar untuk produk obat tradisional, obat bahan alam, jamu, serta suplemen kesehatan. Indonesia juga memiliki sekitar 31.000 spesies tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat tradisional.

Besarnya jumlah produk dan potensi bahan alam tersebut membuat pengawasan tidak bisa hanya berfokus pada proses sebelum produk dipasarkan. Pemantauan setelah produk beredar juga diperlukan untuk memastikan keamanan dan mutu tetap terjaga.

Sementara itu, Perwakilan WHO di Indonesia, Liyana Rakinaturia, mengatakan pihaknya memberikan dukungan teknis kepada BPOM dan pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem regulasi obat.

Dukungan tersebut mencakup penerapan Good Regulatory Practices atau praktik regulasi yang baik, termasuk dalam pengawasan produk setelah beredar di masyarakat.

Menurut Liyana, pengawasan pascapemasaran merupakan bagian penting dari sistem regulasi obat. Hal ini juga berlaku bagi produk obat tradisional yang membutuhkan perhatian khusus karena berkaitan dengan bahan alam dan penggunaannya oleh masyarakat.

WHO pun menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan teknis dalam memperkuat kapasitas BPOM. Melalui kerja sama ini, BPOM berharap kemampuan petugas pengawas di seluruh Indonesia semakin meningkat. 

Pengawasan yang lebih terarah diharapkan dapat membantu mengidentifikasi produk berisiko lebih cepat sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Penguatan sistem pengawasan juga menjadi salah satu upaya untuk membangun kepercayaan terhadap produk obat tradisional dan suplemen kesehatan Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Kompak Naik, Cek Daftarnya
• 8 jam lalu
0
thumb
Sempat Mati, Eskalator Masuk Stasiun Bojonggede Beroperasi Lagi Pagi Ini
• 8 jam lalu
0
thumb
I.League Hadiri Pembukaan Media Cup 2026, Sadikin Aksa Berikan Apresiasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Peringati Sumpah Pemuda, Rajiv Beri Bantuan Warga Terdampak Karhutla di Kalteng
• 23 jam lalu
0
thumb
Breaking News! Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen Polri
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.