HARIAN.FAJAR.CO.ID, PALOPO — Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026), berujung ricuh. Sejumlah mahasiswa dilaporkan terluka setelah terkena lemparan batu dari sekelompok pria yang diduga berada di dalam area kantor PDAM.
Kericuhan terjadi saat massa aksi berusaha menerobos barisan pengamanan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Setelah berhasil masuk ke area kantor sekitar pukul 14.30 Wita, situasi mendadak memanas.
Sejumlah pria dewasa diduga melakukan pelemparan batu ke arah mahasiswa. Akibatnya, beberapa peserta aksi mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Situasi semakin tidak terkendali ketika mahasiswa melakukan perlawanan. Aksi saling lempar pun terjadi di depan kantor PDAM. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga terlihat ikut membantu mahasiswa.
Salah seorang warga yang berada di lokasi menyebut pria-pria yang melakukan pelemparan berada di dalam lingkungan kantor PDAM.
“Preman ini di dalam PDAM, tidak ada pegawai begitu,” ujar warga tersebut.
Hingga aksi berlangsung, massa mahasiswa masih mengepung kantor PDAM Tirta Mangkaluku. Mereka mendesak aparat keamanan segera mengamankan orang-orang yang diduga melakukan pelemparan dan menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka.
Tuntut Pegawai PDAM Diproses Hukum
Sebelumnya, aliansi mahasiswa menggelar demonstrasi di kantor PDAM Tirta Mangkaluku sekitar pukul 14.00 Wita. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan pemukulan terhadap tujuh mahasiswa saat demonstrasi sebelumnya.
Massa mendesak agar pegawai PDAM yang diduga melakukan pemukulan terhadap tujuh mahasiswa diproses sesuai ketentuan hukum.
Kasus tersebut menjadi pemicu kembali bergulirnya aksi demonstrasi di kantor perusahaan daerah itu. Namun, demonstrasi yang semula menyuarakan tuntutan hukum justru diwarnai bentrokan dan aksi saling lempar.
Situasi ini menambah panjang persoalan yang melibatkan mahasiswa dan pihak PDAM Palopo. Aparat keamanan diharapkan segera mengambil langkah untuk mengendalikan keadaan, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.






Komentar (0)