UNESCO Ungkap 86 Persen Kasus Pembunuhan Jurnalis di Dunia Belum Terselesaikan, 1.641 Wartawan Tewas dalam 20 Tahun

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) melaporkan bahwa 86 persen kasus pembunuhan jurnalis di seluruh dunia belum terselesaikan, atau setara dengan sekitar enam dari setiap tujuh kasus.

Berdasarkan laporan terbaru UNESCO yang dirilis pada Senin (2/11/2026), sebanyak 1.641 jurnalis terbunuh dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Dari jumlah tersebut, hanya 14 persen kasus yang telah diselesaikan, sementara sebagian besar lainnya masih berada dalam kondisi impunitas.

"Selama 20 tahun terakhir sebanyak 1.641 jurnalis dibunuh, sementara hanya 14 persen dari kasus tersebut yang telah diselesaikan. Dengan demikian, tingkat impunitas global mencapai 86 persen," demikian laporan UNESCO.

UNESCO Catat Tingkat Impunitas Pembunuhan Jurnalis Capai 86 Persen

UNESCO menyebut tingginya tingkat impunitas menunjukkan bahwa sebagian besar kasus pembunuhan terhadap pekerja media belum memperoleh penyelesaian hukum.

Meski masih tinggi, angka impunitas global saat ini lebih rendah dibandingkan tingkat yang tercatat pada 2012.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tingkat impunitas pembunuhan jurnalis pada 2012 mencapai 95 persen.

Dengan demikian, terdapat penurunan sebesar sembilan poin persentase dalam kurun waktu tersebut.

UNESCO juga mencatat perkembangan penanganan kasus pembunuhan jurnalis di negara-negara yang tidak sedang menghadapi konflik bersenjata aktif.

Di kelompok negara tersebut, tingkat impunitas turun dari 94 persen pada 2012 menjadi 77 persen pada 2026.

Meskipun mengalami penurunan, angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kasus pembunuhan jurnalis di negara tanpa konflik aktif juga belum terselesaikan.

Sedikitnya 160 Jurnalis Dilaporkan Hilang

Selain kasus pembunuhan, laporan UNESCO menyoroti berbagai ancaman keamanan lain yang dihadapi jurnalis dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Dengan mengutip data organisasi kebebasan pers Reporters Without Borders (RSF), UNESCO mencatat sedikitnya 160 kasus jurnalis hilang selama periode yang dilaporkan.

Data tersebut juga mencakup sedikitnya 29 kasus penculikan dan penyanderaan terhadap jurnalis.

Berbagai kasus tersebut menjadi bagian dari gambaran ancaman terhadap keselamatan pekerja media di sejumlah negara.

Laporan UNESCO tidak merinci lokasi maupun perkembangan penyelesaian seluruh kasus kehilangan dan penculikan tersebut dalam informasi yang dipublikasikan.

Ratusan Jurnalis Ditahan karena Aktivitas Profesional

Ancaman terhadap kebebasan pers juga tercermin dari jumlah jurnalis yang mengalami penahanan berkaitan dengan pekerjaan mereka.

Menurut data Reporters Without Borders, sedikitnya 938 jurnalis ditahan sepanjang periode 2024 hingga 2025 sehubungan dengan aktivitas profesional mereka.

Sementara itu, Komite Perlindungan Jurnalis atau Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat sebanyak 466 jurnalis dipenjara di sedikitnya 49 negara.

Kedua angka tersebut berasal dari organisasi pemantau yang berbeda dan tidak secara langsung menunjukkan jumlah kasus yang sama.

Data penahanan dan pemenjaraan tersebut melengkapi temuan UNESCO mengenai risiko yang dihadapi jurnalis secara global.

UNESCO Soroti Perlindungan Kebebasan Pers

UNESCO merupakan badan khusus PBB yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.

Dalam bidang komunikasi dan informasi, UNESCO memiliki mandat untuk mendukung kebebasan pers dan pengembangan masyarakat informasi yang inklusif.

Pemantauan terhadap keselamatan jurnalis dan penyelesaian kasus kekerasan menjadi bagian dari perhatian lembaga tersebut.

Laporan terbaru UNESCO menunjukkan bahwa meskipun tingkat impunitas telah menurun dibandingkan 2012, sebagian besar pembunuhan jurnalis di dunia masih belum mendapatkan penyelesaian hukum.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polsek Sunggal Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor
• 4 jam lalu
0
thumb
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Ikut Bergeser
• 2 jam lalu
0
thumb
Menteri PANRB Kirim Surat ke Seluruh ASN RI, Imbau Jadi Agen Perlinsos
• 7 jam lalu
0
thumb
Tentara Yaman Klaim Lancarkan 951 Operasi terhadap Houthi dalam 24 Jam, Sebanyak 332 Anggota Disebut Dilumpuhkan
• 3 jam lalu
0
thumb
Edwin Soeryadjaya Ungkap Prinsip Hidup Sang Ayah
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.