Mendag Sebut Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Pemerintah mengirim 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera untuk membantu menstabilkan harga di tengah kenaikan harga komoditas tersebut di sejumlah daerah. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang menekan produksi cabai.

“Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” kata Budi seusai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.

Baca Juga
  • Kisah Tragis Nathalia Gadelha Filgueiras, Pilot Muda di Kokpit Terakhirnya
  • PAM Jaya Targetkan Seluruh Warga Jakarta Terlayani Air Perpipaan pada 2029
  • Pencairan KJMU Tahap II 2026 Terlambat, Pramono Anung Minta Maaf

Berdasarkan data harga yang disampaikan dalam keterangan tersebut, harga rata-rata cabai rawit merah sempat mencapai Rp124.400 per kilogram (kg), naik 23,72 persen. Angka itu jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp57 ribu per kg.

Harga cabai merah keriting juga meningkat sekitar 21,17 persen menjadi Rp101.900 hingga Rp105.600 per kg. Sementara itu, harga cabai merah besar mencapai Rp91.250 per kg. Adapun cabai rawit hijau tercatat turun tipis menjadi Rp52.500 per kg.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Budi mengatakan kenaikan harga di sejumlah daerah juga berkaitan dengan distribusi pasokan yang belum merata. Menurut dia, beberapa daerah masih mengalami surplus cabai, sedangkan wilayah lain membutuhkan tambahan pasokan.

“Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengirim 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.

“Kemarin kita ngirim (cabai) ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bappanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah,” kata Budi.

Pemerintah juga berupaya mengatasi persoalan distribusi komoditas telur ayam ras. Budi mengatakan pasokan telur secara nasional masih surplus, tetapi kendala pengiriman menyebabkan harga di sejumlah daerah relatif tinggi.

"Apalagi telur ini sekarang kan harga rerata nasional itu Rp26.400 per kg. Harga acuan kan Rp30.000. Artinya, sementara ada daerah tertentu yang distribusinya agak susah itu naik. Sehingga kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi sehingga harga menjadi stabil," ujar Budi Santoso.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
EMAS Targetkan Produksi Tembus 250 Ribu Ons pada 2026-2027
• 6 jam lalu
0
thumb
Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi sebagai Budaya Kerja
• 4 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Belanja AI Tekan Saham Teknologi
• 7 jam lalu
0
thumb
Banjir Lahar Gunung Semeru Terjang Tempursari Lumajang, 3 Rumah Ambruk
• 19 jam lalu
0
thumb
PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.