Laba Superbank (SUPA) Melonjak 376 Persen Jadi Rp385 Miliar hingga September 2026

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

SUPA membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax) sebesar Rp385 miliar, tumbuh 376 persen secara tahunan (YoY).

Laba Superbank (SUPA) Melonjak 376 Persen Jadi Rp385 Miliar hingga September 2026 (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax) sebesar Rp385 miliar, tumbuh 376 persen secara tahunan (YoY). 

Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 79,3 persen YoY menjadi Rp17,6 triliun, seiring dengan pertumbuhan basis nasabah yang telah melampaui 8 juta. 

Baca Juga:
Ketidakpastian Arah Suku Bunga hingga Dinamika Pasar Global Diperkirakan Masih Berlanjut

"Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Superbank, didukung oleh pertumbuhan bisnis, peningkatan efisiensi operasional, dan integrasi

ekosistem digital," kata Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:
Qlola by BRI Bukukan Volume Transaksi Rp12.046 Triliun per September 2026

Dia menuturkan, pertumbuhan bukan sekadar tentang seberapa banyak nasabah yang bergabung, tetapi juga kepercayaan yang mereka berikan kepada Superbank. "Dengan lebih dari 8 juta nasabah dan pertumbuhan simpanan yang kuat, kami melihat semakin besarnya peran Superbank dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus memperkuat bisnis, menghadirkan layanan yang relevan bagi nasabah, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," katanya.

Pertumbuhan DPK sebesar 79,3 persen YoY menjadi Rp17,6 triliun menunjukkan peningkatan

Baca Juga:
Aset Keuangan Syariah Rp3.307 Triliun hingga September 2026

dana yang dipercayakan nasabah kepada Superbank, sekaligus memperkuat basis pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total

kredit meningkat 52,6 persen YoY menjadi Rp13,8 triliun, sementara total aset tumbuh 66,3 persen YoY menjadi Rp27,5 triliun.

Dari sisi profitabilitas, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp1,56

triliun, tumbuh 41,9 persen YoY. Peningkatan kinerja ini didukung oleh efisiensi operasional yang semakin baik, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 54,16 persen dan Pre Tax Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 6,23 persen dari 2,03 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan bisnis yang solid, Superbank juga terus menjaga kualitas permodalan, dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 73,26 persen memberikan

fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Dengan basis nasabah yang telah melampaui 8 juta, Superbank terus memperluas akses layanan keuangan melalui inovasi produk dan integrasi ekosistem digital. Melalui produk

Pinjaman Atur Sendiri (PAS), pengguna Grab dan OVO kini dapat mengakses layanan pembiayaan secara langsung dari aplikasi masing-masing tanpa perlu mengunduh aplikasi Superbank.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Chandra Asri (TPIA) Targetkan Pabrik Petrokimia di Cilegon Beroperasi Semester II 2027
• 20 jam lalu
0
thumb
Banjir di 22 Desa di Pidie Jaya Mulai Surut
• 16 jam lalu
0
thumb
Dugaan Pelanggaran SOP Jadi Latar Mutasi 7 Anggota Polrestabes Surabaya
• 20 jam lalu
0
thumb
Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Pihak Perusahaan Bakal Diperiksa
• 8 jam lalu
0
thumb
Respons PSI Atas Putusan Kasasi Terkait Suket Ijazah Wapres Gibran
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.