Ekspor Jasa Indonesia ke Kanada Tumbuh 46,5% hingga Agustus 2026

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ekspor jasa Indonesia ke Kanada mencapai USD8,15 juta pada periode Januari hingga Agustus 2026. Nilai tersebut meningkat 46,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, seiring terbukanya peluang pasar jasa Indonesia di Kanada.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan Deden Muhammad Fajar Shiddiq mengatakan, peningkatan ekspor jasa tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dalam hubungan perdagangan kedua negara. Menurutnya, pasar Kanada masih memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan eksportir Indonesia, khususnya di sektor jasa.

"Pada 2025, kita mengekspor jasa ke Kanada sebesar USD8,41 juta, meningkat 21,8 persen dibandingkan 2024. Hingga Agustus 2026, ekspor jasa kita ke Kanada mencapai USD8,15 juta, meningkat 46,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025,” ucap Deden dalam acara TRISEG Project Launch di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Deden menilai, peluang ekspor jasa Indonesia ke Kanada masih terbuka lebar. Hal ini terlihat dari nilai impor jasa Kanada pada 2025 yang mencapai USD700,7 juta. Sementara itu, ekspor jasa Indonesia ke negara tersebut baru mencapai USD8,41 juta pada tahun yang sama.

Baca Juga :

Rencana Ekspor SDA 2027, Bahlil Koordinasi dengan DSI
 

(Hasil kerajinan tangan Indonesia yang diekspor ke Kanada. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah) Perdagangan RI-Kanada masih defisit Sementara itu, peningkatan perdagangan Indonesia dan Kanada belum diikuti dengan keseimbangan nilai ekspor dan impor. Total perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD3,51 miliar hingga Agustus 2026, meningkat 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deden mengatakan, Indonesia masih mencatatkan defisit perdagangan dengan Kanada. Karena itu, proyek Trade for Resilient, Inclusive and Suistanable Economic Growth (TRISEG) diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan eksportir Indonesia dalam memperluas akses pasar dan mengurangi defisit tersebut.

“Jika melihat lebih detail data perdagangan total antara Indonesia dan Kanada, Indonesia mengekspor ke Kanada sebesar USD1,12 miliar, dan Kanada mengekspor ke Indonesia sebesar USD2,39 miliar. Oleh karena itu, sayangnya hingga Agustus 2026, kita masih mengalami defisit,” ucap Deden.

Berdasarkan data tersebut, nilai impor Indonesia dari Kanada lebih besar dibandingkan ekspor Indonesia ke negara tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan yang ingin diatasi melalui penguatan kerja sama perdagangan kedua negara.

Di sisi lain, Indonesia dan Kanada akan mulai menerapkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (I-CA CEPA) pada 1 Desember 2026. Melalui perjanjian tersebut, sekitar 20 persen lini produk tarif Kanada akan dikurangi untuk produk ekspor Indonesia.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Deden mengatakan eksportir Indonesia, khususnya di sektor jasa, perlu memiliki pengetahuan pasar yang lebih kuat, keterampilan digital, serta menerapkan praktik keberlanjutan. Selain itu, eksportir juga membutuhkan akses langsung ke pasar Kanada dan sekitarnya. (Tiaranissa Juliansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Stabil, Euro Menguat dan Yen melemah
• 9 jam lalu
0
thumb
Romano Ungkap MU Beri Carrick Kesempatan Terakhir Minggu Ini untuk Pertahankan Posisinya
• 23 jam lalu
0
thumb
Pencarian Wisatawan Korban Longsor di Glamping Bali Dilanjutkan
• 2 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Buka Peluang Kerja Sama dengan East Ventures Bangun Startup dan UMKM Jakarta
• 5 jam lalu
0
thumb
[FULL] OJK Bongkar Praktik Manipulasi Saham, Akankah Kepercayaan Investor Kembali? | SAPA PAGI
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.