BPBD Temanggung Salurkan Air Bersih ke 51 Titik Kekeringan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Temanggung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan air bersih ke 51 lokasi, meskipun sejumlah wilayah mulai diguyur hujan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, penyaluran bantuan air bersih masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Jumlah lokasi penerima bantuan air bersih saat ini berkurang menjadi 51 desa dari sebelumnya 52 lokasi," ujar Totok, melansir Antara, Selasa, 3 November 2026.

Dia mengungkapkan pengurangan tersebut menyusul kondisi Dusun Termas di Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran, yang tidak lagi menerima bantuan pengiriman air bersih karena pasokan air dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) mulai stabil.

Baca Juga :

Warga Sungailiat Saling Berebut Bantuan Air Bersih
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah wilayah yang telah diguyur hujan, kata dia, beberapa sumber mata air mulai terisi kembali. Kondisi tersebut menunjukkan situasi kekeringan berangsur membaik dibandingkan periode kemarau sebelumnya.

"Jika dibandingkan dengan kemarau sebelumnya yang sempat kering dan hanya mengandalkan curah hujan deras sesaat, saat ini situasinya sudah mulai berangsur membaik meski proses pengisian sumber mata air bertahap," kata dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kekeringan untuk menampung air hujan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan selain air minum. Imbauan tersebut telah disampaikan sejak awal melalui surat edaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto menjawab pertanyaan wartawan di Temanggung, Selasa (3/11/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Upaya penampungan air hujan dinilai penting mengingat kuota pengiriman bantuan air bersih dari BPBD terbatas, sementara jadwal distribusi umumnya hanya dilakukan satu kali dalam sepekan. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan air hujan sebagai salah satu sumber cadangan air untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan distribusi air bersih.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Temanggung diperkirakan mulai kembali normal pada pertengahan November 2026 atau memasuki awal musim hujan. Ia menuturkan puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Dengan kondisi tersebut, katanya, BPBD Temanggung masih melanjutkan distribusi bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan sembari memantau perkembangan kondisi sumber mata air dan ketersediaan air masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Papua Tengah Usulkan 2 Titik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas
• 6 jam lalu
0
thumb
3 Zodiak Paling Hemat, Selalu Berpikir Dua Kali Sebelum Mengeluarkan Uang
• 5 jam lalu
0
thumb
Gempa Besar M5,3 Tomohon, Guncangan Terasa di Ternate hingga Minahasa   
• 23 jam lalu
0
thumb
Fenomena Hujan Es & Angin Kencang Terjang Enam Desa di Lampung | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalu
0
thumb
Gianni Infantino di Bawah Tekanan Setelah FIFA Setuju Rilis Dokumen Rahasia karena Ultimatum UEFA
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.