Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat neraca perdagangan Indonesia terhadap Kanada masih mengalami defisit menjelang pemberlakuan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan komoditas utama yang menyumbang porsi defisit terbesar adalah impor gandum dari Kanada.
"Gandum menjadi komoditas penyumbang defisit terbesar. Sebelum akhir tahun, kami akan merilis proyeksi perdagangan ke depan, termasuk dengan negara-negara mitra CEPA," kata Fajarini seusai peluncuran proyek TRISEG di Jakarta, Selasa, (3/11).
Fajarini menjelaskan, pemerintah akan menggenjot sejumlah komoditas ekspor unggulan ke Kanada, meliputi produk kerajinan tangan, agrikultur, makanan dan minuman, furnitur, elektronik, hingga peralatan mesin.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Deden Muhammad, Fajar Shiddiq, mengungkapkan bahwa ICA-CEPA akan resmi diimplementasikan pada 1 Desember 2026 setelah ditandatangani pada 24 September 2025.
Berdasarkan data Kemendag hingga Agustus 2026, total nilai perdagangan bilateral RI-Kanada mencapai USD 3,51 miliar atau naik 15,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, nilai ekspor Indonesia ke Kanada tercatat sebesar USD 1,12 miliar, sedangkan impor dari Kanada mencapai USD 2,39 miliar. Alhasil, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit sebesar USD 1,27 miliar atau sekitar Rp 23 triliun (kurs Rp 18.153 per dolar AS).
Guna menekan defisit tersebut, Kemendag meluncurkan proyek Trade for Resilient, Inclusive and Sustainable Economic Growth (TRISEG) di sektor kerajinan tangan (handicraft) bekerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Canada.
Deden memaparkan, ekspor kerajinan tangan Indonesia ke Kanada hingga Agustus 2026 tumbuh 46,5 persen menjadi USD 8,15 juta. Meski demikian, angka tersebut baru menguasai 1,2 persen dari total pasar impor kerajinan Kanada yang mencapai USD 700,7 juta.
"Implementasi ICA-CEPA bulan depan akan memangkas hingga 20 persen lini tarif impor produk Indonesia. Ini menjadi peluang besar bagi eksportir kerajinan tangan nasional untuk memperluas pangsa pasar di Kanada," jelas Deden.






Komentar (0)