Hyundai dan Kia, Apakah Mereka Menggunakan Mesin yang Sama?

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Hyundai dan Kia memiliki hubungan erat dalam pengembangan teknologi otomotif. Kedua merek asal Korea Selatan tersebut berbagi sejumlah komponen, mulai dari mesin bensin, diesel, hingga platform kendaraan listrik. Strategi ini memungkinkan keduanya menekan biaya pengembangan sekaligus memanfaatkan teknologi yang sama pada berbagai model.

Dikutip dari CarNewsChina, kerja sama Hyundai dan Kia semakin erat setelah Hyundai mengambil alih 51 persen saham Kia pada 1997. Akuisisi tersebut terjadi setelah Kia mengalami kebangkrutan. Sejak saat itu, kedua perusahaan mengembangkan berbagai teknologi dan arsitektur kendaraan secara bersama-sama.

Salah satu contoh penggunaan teknologi bersama terlihat pada mesin diesel 2.2 liter CRDi empat silinder segaris. Mesin turbo diesel ini telah digunakan pada Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento sejak 2009.

Mesin yang diproduksi di Korea Selatan tersebut dikenal memiliki konstruksi yang cukup tangguh. Namun, sejumlah masalah juga dilaporkan muncul, terutama pada injektor piezoelektrik yang dapat menyebabkan performa mesin menurun dan membutuhkan biaya perbaikan cukup besar.

Selain itu, mesin 2.2 liter CRDi juga dilaporkan memiliki potensi konsumsi oli berlebih. Dalam kondisi tertentu, konsumsi oli dapat mencapai sekitar 0,5 liter setiap 600 mil atau sekitar 965 kilometer.
 

Baca Juga :

Hyundai Perkuat Pemasok Lokal, Bidik Rantai Pasok Otomotif Lebih Andal


Di luar Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento, mesin tersebut juga digunakan pada Hyundai Palisade, Hyundai Sonata, dan Kia Carnival. Deretan Mesin Hyundai dan Kia yang Digunakan Bersama Selain mesin diesel, Hyundai dan Kia berbagi sejumlah mesin bensin dari keluarga Smartstream. Salah satunya adalah mesin Smartstream turbo 2.0 liter empat silinder yang digunakan pada Hyundai Santa Fe, Hyundai Sonata, dan Kia K5. Mesin ini lebih banyak ditemukan pada model yang dipasarkan di sejumlah negara Asia.

Keduanya juga menggunakan mesin Smartstream turbo 2.5 liter empat silinder. Jantung pacu tersebut menjadi sumber tenaga Hyundai Sonata N Line, Kia Sorento, serta sejumlah model Genesis.

Mesin Smartstream 2.5 liter tersebut juga dilaporkan berpotensi digunakan pada generasi berikutnya dari mobil Hyundai berperforma tinggi yang dikembangkan melalui divisi N.

Selain mesin empat silinder, Hyundai dan Kia juga berbagi mesin V6 3.5 liter turbocharged yang dikenal sebagai Smartstream G3.5. Hyundai turut mengembangkan versi twin-turbo dari mesin tersebut untuk digunakan pada model Genesis.

Strategi berbagi mesin memberikan keuntungan dari sisi biaya produksi dan pengembangan. Kedua perusahaan tidak perlu membangun rantai pasokan serta fasilitas produksi terpisah untuk setiap merek.
 

Baca Juga :

Kia Puri Resmi Dibuka, Pamer Carens EV Concept
Hyundai Produksi Mesin di Amerika Serikat Tidak semua mesin Hyundai dan Kia diproduksi di Korea Selatan. Sejumlah keluarga mesin kedua merek tersebut juga dibuat di Amerika Serikat. Beberapa di antaranya mencakup Smartstream G2.5 GDi, T-GDi, G1.6 T-GDi, serta G2.0 Atkinson.

Karena itu, sejumlah kendaraan Hyundai dan Kia yang diproduksi di Amerika Serikat berpeluang menggunakan mesin hasil produksi lokal. Model tersebut antara lain Kia Telluride, Kia Sportage, Hyundai Tucson, Hyundai Santa Cruz, dan Hyundai Santa Fe.

Untuk pasar Amerika Serikat, kendaraan Hyundai dan Kia juga mendapatkan perlindungan garansi mesin hingga 10 tahun atau 100.000 mil, sesuai ketentuan garansi yang berlaku di negara tersebut.

Meski sebagian besar mesin modern kedua merek dinilai memiliki performa dan daya tahan yang baik, beberapa keluarga mesin generasi sebelumnya pernah menghadapi masalah serius. Mesin Hyundai dan Kia Pernah Mengalami Masalah Serius Salah satu masalah yang cukup mendapat perhatian berkaitan dengan mesin Nu dan Theta II. Keluarga mesin Nu mencakup unit empat silinder berkapasitas 1.8 liter dan 2.0 liter. Sementara itu, keluarga Theta II terdiri dari mesin 1.8 liter, 2.0 liter, dan 2.4 liter empat silinder.

Sejumlah mesin tersebut menjadi objek penarikan kembali kendaraan atau recall serta gugatan class action di Amerika Serikat. Keluhan yang dilaporkan mencakup mesin mati mendadak, kerusakan internal hingga macet, serta risiko kebakaran.
 

Baca Juga :

Hyundai Jump School Masuk Surabaya, Gandeng ITS untuk Perluas Pendidikan


Pada 2024, Hyundai dan Kia menyepakati penyelesaian gugatan tersebut. Kesepakatan itu mencakup pemberian penggantian biaya kepada pemilik kendaraan yang terdampak serta perpanjangan garansi mesin hingga 15 tahun atau 150.000 mil.

Dampak masalah tersebut juga meluas ke sejumlah model dari kedua merek karena menggunakan keluarga mesin yang sama.

Beberapa model yang terdampak antara lain Hyundai Sonata Hybrid produksi 2011–2015, Hyundai Tucson produksi 2014–2021, Kia Optima Hybrid produksi 2011–2016, serta Kia Sportage produksi 2011–2013.

Kasus tersebut memperlihatkan bahwa strategi berbagi komponen tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi efisiensi. Jika satu keluarga mesin mengalami masalah, kendaraan dari beberapa merek yang menggunakan teknologi serupa berpotensi menghadapi persoalan yang sama. Mobil Listrik Hyundai dan Kia Juga Berbagi Platform Strategi berbagi teknologi tidak hanya diterapkan pada kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), tetapi juga pada mobil listrik.

Hyundai, Kia, dan Genesis menggunakan platform E-GMP (Electric-Global Modular Platform) dengan sistem kelistrikan 800 volt pada sejumlah model listriknya.

Beberapa kendaraan yang menggunakan arsitektur tersebut adalah Kia EV6, Hyundai Ioniq 5, Hyundai Ioniq 9, dan Genesis GV60. Keempat model itu berbagi sejumlah komponen utama, termasuk paket baterai dan motor listrik.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 3 dan Kia EV4 menggunakan versi arsitektur 400 volt dari platform tersebut.

Namun, penggunaan komponen bersama juga membuat sejumlah model menghadapi potensi masalah teknis yang serupa. Salah satu komponen yang pernah menjadi perhatian adalah Integrated Charging Control Unit (ICCU).

Kerusakan ICCU dapat mengganggu sistem pengisian daya dan menyebabkan kendaraan listrik tidak dapat digunakan. Hyundai dan Kia telah menghadapi gugatan terkait masalah tersebut serta melakukan penarikan kembali kendaraan yang terdampak.

Hyundai juga memperpanjang perlindungan garansi untuk model tertentu yang mengalami masalah ICCU hingga 15 tahun atau 180.000 mil. Perbedaan Hyundai dan Kia Lebih Terlihat pada Desain Meski berbagi banyak komponen teknis, Hyundai dan Kia tetap mempertahankan identitas masing-masing melalui desain eksterior dan interior.

Perbedaan tersebut terlihat pada sejumlah model yang memiliki basis teknologi serupa. Konsumen yang kurang menyukai desain Hyundai Santa Fe, misalnya, dapat mempertimbangkan Kia Sorento sebagai alternatif dengan karakter desain berbeda.

Hal serupa juga terlihat pada mobil listrik. Kia EV6 memiliki pendekatan desain tersendiri, sedangkan Hyundai Ioniq 5 mengusung tampilan retro modern.

Dengan berbagi mesin, platform, dan teknologi kendaraan listrik, Hyundai dan Kia dapat mengembangkan produk secara lebih efisien. Namun, strategi tersebut juga membuat keduanya memiliki risiko teknis yang saling berkaitan ketika salah satu komponen mengalami masalah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Hyundai dan Kia, Apakah Mereka Menggunakan Mesin yang Sama? Klik untuk baca: https://www.medcom.id/otomotif/mobil/ybDypGqk-hyundai-dan-kia-apakah-mereka-menggunakan-mesin-yang-sama

(UDA)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko Polkam Dudung Tegaskan Perdamaian Aceh Harus Dijaga, Pemerintah Bahas Dana Otsus, Blang Padang, dan Bendera Daerah
• 2 jam lalu
0
thumb
Waspada, Ini Modus Hoaks yang Paling Banyak Ditemukan di Jakarta
• 4 jam lalu
0
thumb
Bapanas Sebut Inflasi Pangan Oktober Turun Jadi 0,77 Persen, Stok Beras Pemerintah Capai 4,5 Juta Ton
• 5 jam lalu
0
thumb
Kapolda DIY Larang Seluruh Anggota Gunakan Vape
• 6 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Bangkalan, 3 Orang Luka-Luka
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.