Jepang, VIVA - Mitsubishi Pajero generasi terbaru mulai menunjukkan respons positif di pasar Jepang. Menariknya, mayoritas calon konsumen SUV tersebut justru bukan berasal dari pengguna lama Mitsubishi, melainkan pemilik mobil dari merek lain.
Mitsubishi mencatat sudah menerima sekitar 5.500 pesanan Pajero terbaru di Jepang sejak pemesanan dibuka pada 1 Oktober 2026. Angka tersebut melampaui target awal perusahaan sebanyak 4.000 unit untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027.
Dikutip VIVA Otomotif dari Media Vietnam, Selasa (3/11/2026), berdasarkan laporan Automotive News, hampir 80 persen konsumen yang memesan Pajero terbaru merupakan pengguna kendaraan dari merek lain.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Mitsubishi berhasil menarik minat konsumen di luar basis pelanggan mereka sendiri. Selain itu, sejumlah mantan pemilik Pajero generasi sebelumnya juga mulai kembali melirik SUV tersebut setelah sempat beralih ke merek lain.
Pajero terbaru memang dipersiapkan untuk kembali bersaing di segmen SUV premium dengan kemampuan melibas berbagai medan. Salah satu rival yang menjadi pembandingnya adalah Toyota Land Cruiser.
Di Jepang, Mitsubishi mematok harga awal Pajero terbaru sekitar 39.000 dolar AS atau setara Rp650 jutaan. Sebagai perbandingan, Toyota Land Cruiser 250 dibanderol mulai sekitar 36.600 dolar AS, sedangkan Land Cruiser 300 dengan mesin turbo ganda memiliki harga awal sekitar 39.900 dolar AS.
Dari sisi pemesanan, varian tertinggi Pajero justru menjadi pilihan paling banyak. Sekitar 70 persen konsumen di Jepang memilih tipe Super Exceed.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa konsumen yang tertarik dengan Pajero terbaru tidak hanya mempertimbangkan kemampuan SUV untuk menghadapi medan berat. Kelengkapan fitur dan kenyamanan pada varian tertinggi juga menjadi pertimbangan penting.
Mobil ini hadir dengan konfigurasi tujuh penumpang. Mitsubishi juga menargetkan Pajero terbaru untuk dipasarkan di sekitar 100 negara dan wilayah, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, serta Amerika Latin.
Untuk pasar Jepang, penjualan resminya dijadwalkan mulai 17 Desember 2026. Australia juga akan menjadi salah satu negara tujuan pemasaran pada Desember tahun ini, sementara Thailand sudah lebih dahulu mendapatkan model tersebut.
Tingginya pemesanan di Jepang menjadi modal awal bagi Mitsubishi untuk memperkuat kembali posisinya di segmen SUV besar. Apalagi, hampir delapan dari sepuluh pemesan merupakan konsumen yang sebelumnya menggunakan kendaraan dari merek lain.






Komentar (0)