Kedutaan Besar AS Peringatkan Potensi Serangan Besar-besaran di Moskow, Sejumlah Tempat Wisata di Rusia Ditutup

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Kedutaan Besar Amerika Serikat di Rusia pada 1 November  menyatakan telah memperingatkan pihak Rusia mengenai kemungkinan terjadinya serangan berskala besar di Moskow. Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) kemudian menyatakan telah menerima peringatan tersebut dan mengambil langkah-langkah penanganan.

Menurut laporan AFP, Kedutaan Besar AS sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi intelijen yang kredibel bahwa “insiden yang dapat menyebabkan banyak korban jiwa mungkin terjadi di kawasan Cagar Museum Tsaritsyno (Tsaritsyno Museum Reserve), Moskow.”

Kedutaan Besar AS menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang “berkoordinasi dengan otoritas terkait Rusia untuk menyusun langkah-langkah penanganan.” Kedutaan juga secara khusus mengingatkan warga negara AS yang berada di Rusia agar tetap waspada, menjauhi kawasan tersebut dan kerumunan orang, serta memastikan baterai ponsel mereka selalu terisi agar dapat digunakan untuk menghubungi pihak lain dalam keadaan darurat.

Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) kemudian membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari AS “mengenai persiapan serangan teroris”. Saat ini, FSB sedang mengambil langkah-langkah tanggap darurat yang sesuai.

Kompleks Cagar Museum Tsaritsyno terletak di bagian selatan Moskow dan terdiri atas istana kerajaan serta taman. Tempat ini merupakan salah satu objek wisata populer, terutama ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan.

Setelah peringatan tersebut, muncul laporan bahwa kompleks wisata itu ditutup dan hanya mengizinkan pengunjung keluar, tanpa menerima pengunjung baru. Petugas penegak hukum juga telah dikerahkan ke dalam kawasan tersebut.

Ini bukan pertama kalinya pihak AS mengeluarkan peringatan mengenai ancaman serangan teroris di Moskow.

Pada 7 Maret 2024, Kedutaan Besar AS pernah mengeluarkan peringatan yang menyebutkan bahwa “kelompok ekstremis berencana melakukan serangan dalam waktu dekat terhadap pertemuan besar di Moskow, termasuk konser.”

Dua minggu kemudian, pada 22 Maret, Moskow diguncang serangan teroris di Crocus City Hall yang mengejutkan dunia. Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 140 orang dan melukai ratusan lainnya.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Empat Anggota Polres Sukoharjo Diperiksa Propam Usai Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
• 12 jam lalu
0
thumb
Tindak Lanjuti Putusan MK, Baleg DPR Mulai Susun RUU Pembentukan UU
• 1 jam lalu
0
thumb
Mantan Bakal Calon Bupati Deli Serdang Ditangkap terkait Uang Palsu Rp980 Juta
• 3 jam lalu
0
thumb
Dua WNI Meninggal Tenggelam saat Memancing di Jepang
• 22 jam lalu
0
thumb
Mengenal Agus Salim, Bapak Pandu Indonesia yang Menguasai Tujuh Bahasa Asing
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.