Dikutip dari Carscoops, sisa cairan ceramic coating yang menempel pada serat microfiber dapat mengeras dan membentuk kristal dalam waktu singkat. Kristal tersebut berpotensi tertanam di antara serat kain sehingga dapat menimbulkan goresan halus (scratches) dan swirl marks ketika digunakan kembali pada bodi mobil.
Ceramic coating merupakan lapisan pelindung cat yang membantu mempertahankan kilap sekaligus memberikan efek hidrofobik. Efek ini membuat air lebih mudah membentuk butiran dan mengalir dari permukaan bodi kendaraan.
Dalam proses aplikasinya, produk ceramic coating umumnya dilengkapi bantalan aplikator khusus. Namun, apabila tidak tersedia, kain microfiber dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengaplikasikan atau meratakan lapisan pelindung.
Kain microfiber dengan tingkat kepadatan sekitar 250–350 GSM (gram per meter persegi) direkomendasikan untuk mengangkat sisa lapisan coating sebelum proses pengerasan dimulai.
Baca Juga :
Tips Perawatan Mobil Listrik Usai Mudik Lebaran 2026Jika kain tersebut digunakan kembali untuk membersihkan cat mobil, partikel yang mengeras berisiko menggesek permukaan cat dan meninggalkan goresan. Kondisi ini dapat merusak tampilan cat yang sebelumnya sudah melalui proses pemolesan dan perlindungan.
Mencuci kain microfiber bekas aplikasi ceramic coating juga tidak selalu bisa mengembalikan kondisinya seperti semula. Produk ceramic coating berkualitas umumnya menggunakan formulasi berbasis pelarut (solvent-based), dengan kandungan partikel seperti silikon dioksida, titanium dioksida, dan aluminium oksida.
Partikel-partikel tersebut tidak mudah terurai hanya dengan menggunakan air hangat. Karena itu, kain microfiber yang sudah terkena ceramic coating sebelum mengeras sebaiknya tidak lagi digunakan untuk merawat permukaan cat kendaraan.
Pengalaman seorang pengguna ceramic coating yang menunjukkan bahwa kain microfiber bekas aplikasi dapat kehilangan kemampuan menyerap air. Meski sebagian kain masih disimpan untuk keperluan pembersihan lain, penggunaannya tidak lagi disarankan untuk bagian eksterior mobil yang memiliki permukaan cat.
Baca Juga :
Begini Standar Baru Perawatan Mobil ala Scuto SignatureProduk spray coating tersebut umumnya memiliki formulasi berbeda dan kandungan silikon dioksida yang tidak setinggi ceramic coating konvensional. Karena itu, kain microfiber yang digunakan dalam proses aplikasi dan pemolesannya masih berpeluang untuk digunakan kembali.
Meski demikian, kain tersebut tetap harus dicuci hingga bersih sebelum digunakan untuk membersihkan permukaan cat mobil pada kesempatan berikutnya.
Dengan demikian, pemilik kendaraan perlu membedakan kain microfiber yang digunakan untuk ceramic coating konvensional dan produk spray coating. Penggunaan kain baru untuk perawatan cat setelah aplikasi ceramic coating menjadi langkah pencegahan agar partikel coating yang mengeras tidak menyebabkan goresan pada bodi kendaraan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Jangan Pakai Ulang Kain Microfiber Setelah Aplikasi Ceramic Coating, Ini Risikonya Klik untuk baca: https://www.medcom.id/otomotif/tips-otomotif/5b2yBPvN-jangan-pakai-ulang-kain-microfiber-setelah-aplikasi-ceramic-coating-ini-risikonya
(UDA)






Komentar (0)