Diduga Incar Kabel Internet Bawah Laut Taiwan, Kapal Riset PKT Lakukan Manuver Mencurigakan 

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Belakangan ini, Partai Komunis Tiongkok (PKT) semakin sering melakukan operasi zona abu-abu di Selat Taiwan. Selain mengerahkan kapal penjaga pantai untuk berpatroli, Beijing juga mengirimkan sejumlah kapal riset yang melakukan aktivitas tidak biasa di sekitar Taiwan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan kabel bawah laut.

EtIndonesia.com Badan Penjaga Pantai Taiwan menyatakan bahwa sejak Juni lalu, PKT telah meningkatkan patroli rutin di perairan sebelah timur Taiwan. Kapal-kapal tersebut bahkan menggunakan pengeras suara untuk mengumumkan klaim yurisdiksi penegakan hukum yang tidak berdasar. Hingga saat ini, pihak Taiwan tercatat telah 13 kali mengusir kapal penjaga pantai PKT.

Selain itu, menurut laporan surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun, sejak Mei tahun ini, PKT telah mengerahkan empat kapal riset, termasuk Xiangyanghong 22 dan Tongji, untuk beraktivitas secara intensif di sekitar Taiwan. 

Kapal-kapal tersebut terpantau melakukan tindakan tidak biasa, seperti memperlambat kecepatan, berhenti di tengah laut, dan mengubah arah secara tidak beraturan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa lokasi kapal-kapal tersebut berhenti sangat berdekatan dengan jalur pemasangan kabel bawah laut yang menghubungkan Taiwan dan wilayah lainnya dengan jaringan internasional. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kapal-kapal tersebut sedang mengumpulkan informasi intelijen mengenai kabel bawah laut dalam skala luas.

Sejumlah pihak menilai bahwa PKT kemungkinan sedang melakukan persiapan untuk memutus kabel bawah laut apabila terjadi situasi darurat, seperti dalam skenario konflik terkait Taiwan.

Para pakar menunjukkan bahwa aktivitas serupa kapal riset PKT juga terpantau di perairan sekitar Jepang dan Filipina. Mereka menilai bahwa PKT sedang mempersiapkan operasi zona abu-abu untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat di sepanjang Rantai Pulau Pertama (First Island Chain), yaitu kawasan luas yang membentang dari selatan Kyushu, melewati Taiwan, hingga Filipina.

Pakar Jepang juga memperingatkan bahwa PKT mungkin berencana memutus kabel bawah laut di sisi Samudra Pasifik Jepang jika diperlukan. Tindakan tersebut dapat mengganggu kehidupan masyarakat Jepang sekaligus menghambat komunikasi antara Jepang dan Amerika Serikat.

Gangguan yang selama ini dilakukan PKT terhadap Taiwan juga berpotensi diperluas ke Jepang di masa mendatang.

Laporan gabungan Zhao Fenghua, reporter New Tang Dynasty Television.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemprov NTB Siapkan Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga Miskin Ekstrem dan Pekerja Migran
• 8 jam lalu
0
thumb
Kasus Betrand Peto Naik Penyidikan, Polisi Jadwalkan Periksa Terlapor
• 17 jam lalu
0
thumb
Perjalanan WNI ke Luar Negeri Turun, Tertekan Harga Tiket Mahal dan Kabut Asap
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemprov Jabar Kucurkan Hampir Rp300 Miliar untuk Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya, Ini Rincian KDM
• 3 jam lalu
0
thumb
Jadwal I.League Cup 2026: PSMS Tantang Persija pada Laga Pembuka
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.