Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sidoarjo, Minta Ormas Tetap Tenang

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang merespons kritik dan saran masyarakat terkait penggeledahan di pondok pesantren (ponpes) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Anwar meminta seluruh masyarakat, terutama umat Islam agar tetap tenang dan mempercayakan proses hukum ke Polri.

"Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Bapak Kapolri yang telah merespons dengan terbuka terhadap saran, kritik, dan keluhan masyarakat terkait dengan proses hukum yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Apresiasi dan dukungan juga disampaikan Ketua Umum MUI atas langkah ketegasan Kapolri yang mencopot Kapolres Sukoharjo dan jajarannya sebagai respons atas insiden tersebut.

"Selanjutnya kami juga menyampaikan terima kasih dan dukungan kepada Bapak Kapolri yang telah melakukan evaluasi bahkan pemberhentian terhadap pejabat terkait di Kabupaten Sukoharjo untuk selanjutnya dilakukan evaluasi dan diadakan pergantian pimpinan yang baru," katanya.

Menurutnya, langkah tegas Kapolri ini sejalan dengan semangat 'Polisi Bersama Masyarakat'.

"Apa yang dilakukan ini merupakan bagian kesungguhan Polri serta komitmennya dalam melaksanakan tagline yang dicanangkan Kepolisian yaitu 'Polisi Bersama Masyarakat'," tuturnya.

Di sisi lain, Anwar Iskandar mengajak seluruh masyarakat terutama Islam untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum selanjutnya kepada Polri.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang menjaga ketertiban dan stabilitas, menjaga persatuan dan kesatuan demi kebaikan kita semuanya," lanjutnya.

Selanjutnya, hal-hal yang berkaitan dengan pondok pesantren, Anwar mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan langkah-langkah konstruktif demi kebaikan bersama.

"Kepada seluruh ormas Islam saya mohon untuk dapat mengendalikan diri, persatuan dan kesatuan serta ketenangan di antara kita sekalian," pungkasnya.

Baca juga: Waka Komisi III DPR Apresiasi Kapolri Evaluasi Anggota soal Ponpes Sukoharjo


Kapolres Sukoharjo Dicopot

Seperti diketahui, keputusan pencopotan tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor: ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal Senin, 2 November 2026. Dalam telegram itu, AKBP Andhika Dharma Sena dimutasikan menjadi Perwira Menengah (Pamen) Stamaops Polri.

Posisinya sebagai Kapolres Sukoharjo kini diisi AKBP Indra Maulana Saputra. Indra sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali.

Sementara itu, kursi Kapolres Boyolali yang ditinggalkan Indra kini diisi oleh AKBP Christopher Adhikara Lebang. Christopher sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan pergeseran jabatan ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga integritas dan performa Korps Bhayangkara.

"Mutasi ini merupakan bentuk komitmen Kapolri dalam melakukan pembenahan internal dan meningkatkan profesionalisme secara konsisten dan berkelanjutan sesuai program prioritas Kapolri," kata Trunoyudo dalam keterangan kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Baca juga: PBNU Puji Kapolri Tegas Usut Polemik Geledah Ponpes Sukoharjo: Sangat Responsif




(mea/imk)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kondisi Demo Mahasiswa Bandung di DPRD Jabar, Tuntut Perbaikan Ekonomi | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalu
0
thumb
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo
• 10 jam lalu
0
thumb
OJK Dorong Inovasi Keuangan Syariah Berbasis Konsumen
• 7 jam lalu
0
thumb
Pemprov Papua Pegunungan Usulkan Pembangunan 4 Titik Sekolah Rakyat
• 21 jam lalu
0
thumb
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.